Muhammadiyah: Jika 'Aku Indonesia' Jangan Biarkan Mafia Impor Merajalela

Politik  SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 08:17:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Muhammadiyah: Jika 'Aku Indonesia' Jangan Biarkan Mafia Impor Merajalela

Haedar Nasir/Net

RMOLBanten. Kecintaan terhadap Indonesia tidak harus sama dan sebangun antara satu warga dengan lainnya. Kecintaan juga tidak hanya berwujud pada puja dan puji terhadap kinerja pemerintah.

Tetapi juga bisa diwujudkan dalam bentuk kritik.
Begitu kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (28/10).

Kritik yang konstruktif itu pun merupakan wujud cinta Indonesia agar yang dicintai tetap utuh lahir dan batin serta tidak salah arah jalan,” jelasnya.

Kata Haidar, kecintaan akan Indonesia juga harus diimplementasikan secara nyata baik oleh pemerintah maupun komponen rakyat.

Bentuk kecintaan itu, kata Haidar, di antaranya dengan sama-sama mencintai rupiah, melawan kejahatan kerah putih, hingga memerangi narkoba dan mafia impor pangan.

Dengan begitu, semua bisa bersatu dan Indonesia benar-benar menjadi maju dan berdaulat di segala bidang.
"Jika benar-benar ‘Aku Indonesia’, jangan biarkan rupiah terpuruk, ekonomi krisis, politik disandera, perusahaan-perusahaan milik negara disalahgunakan, mafia-mafia impor merajalela, narkoba meluas, penjahat kerah putih beraksi leluasa,” tegasnya.

Dia turut menyinggung mengenai cinta Pancasila yang kerap didengungkan di negeri ini. Menurutnya, kecintaan terhadap Pancasila itu juga harus selaras dengan implementasi semua sila yang terkandung di dalamnya,

Jika benar-benar cinta Pancasila maka wujudkan kelima sila yang luhur itu dalam kebijakan dan praktik kehidupan nyata,” tukas Haedar dilansir Kantor Berita Politik RMOL. [dhn] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds