Nasib Guru Honorer, PGRI: Jokowi Tidak Punya Niat Baik

Pendidikan  SABTU, 10 NOVEMBER 2018 , 16:10:00 WIB | LAPORAN: ROBI

Nasib Guru Honorer, PGRI: Jokowi Tidak Punya Niat Baik

Didi Suprijadi

RMOLBanten. Aksi unjuk rasa di depan Istana beberapa waktu lalu membuat kenangan buruk buat guru-guru honorer. Sikap Presiden RI, Joko Widodo yang tidak menerima perwakilan dari puluhan ribu guru honorer disesalkan.

Jokowi pun dinilai tidak punya niat baik. Padahal para guru hanya meminta pemerintah memberikan kejelasan atas nasib mereka.
Demikian disampaikan Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Didi Suprijadi dalam diskusi bertajuk 'Vokasi dan Ironi Pendidikan di Era Milenial' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).
"Ini agak dilema juga bagi kami di guru karena sekian banyak guru honorer, sampai tiduran di depan Istana tapi tidak digubris, ada yang jalan kami long marc sampai Istana juga enggak diterima," sesalnya.
Hadir sebagai salah satu pembicara dalam diskusi tersebut, politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon.

Kepada anak buah Megawati Soekarnoputri ini, Didi pun berharap agar harapan para guru honorer untuk diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) segera disampaikan ke Jokowi.
"Mudah-mudahan Pak (Effendi) Simbolon akan membuka hati (Jokowi) ini," harapnya sembari menekankan Effendi merupakan seorang politisi dari partai pendukung pemerintah yang selalu membela kepentingan para guru dan guru honorer.

Menurut Didi, dari 1,2 jutaan guru honorer, tidak sedikit yang sudah mengabdi hingga 10, 20 bahkan 30 tahun lamanya.

"Malah tadi pagi ada satu orang guru yang pensiun guru honor, sudah umur 60 tahun gaji terakhirnya Rp 160 ribu per bulan. Coba ironi tidak, di negara yang katanya gemah ripah loh jinawi, ada pekerja dan pekerjaannya itu di instansi pemerintah, Kemendikbud, di sekolah," sesalnya lagi.

Menurut dia, diangkatnya guru honorer menjadi ASN sebenarnya bukanlah karena masalah negara tidak punya uang. Melainkan karena tidak adanya kemauan dari pemerintah sendiri.

"Sebetulnya problemnya mungkin orang tahu. Tapi niatnya (pemeritah) yang tidak ada. Good will-nya itu yang kurang. Sebetulnya kalau niatnya ada, ini kan dari tahun 2005," pungkas Didi. [dhn]

Komentar Pembaca
Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

SABTU, 19 MARET 2022 , 13:19:00

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

SABTU, 12 MARET 2022 , 21:06:00

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

SENIN, 14 MARET 2022 , 15:23:00

The ads will close in 10 Seconds