Kepala BNPT: Bermedsos Tidak Bijak Bisa Terpapar Radikalisme

Keamanan  RABU, 23 JANUARI 2019 , 21:17:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Kepala BNPT: Bermedsos Tidak Bijak Bisa Terpapar Radikalisme

Komjen Pol Suhardi Alius/RMOLBanten

RMOLBanten. Tokoh agama se-Kabupaten Tangerang mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk terorisme dan radikalisme di Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang, Rabu (23/1).

Selain menolak radikalisme dan terorisme, 500-an ulama itu juga menyatakan menolak hoax dan ujaran kebencian serta politisasi dan provokasi di tempat ibadah.

Deklarasi para dai itu dibacakan dalam kegiatan diskusi dengan tema "Peran Tokoh Agama dalam rangka Deteksi dan Pencegahan Dini terhadap Terorisme dan Radikalisme".

Diskusi menghadirkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius dan Imam Besar Mesjid Istiqlal Profesor Nasarudin Umar.

"Mendukung langkah-langkah pemerintah dan aparat hukum memberantas hoaks dan ujaran kebencian," kata para dai secara serempak seperti keterangan yang diterima redaksi.

Kepala BNPT Suhardi Alius menyampaikan, semua orang dengan berbagai latar belakang berpotensi terpapar paham radikal. Orang dari kalangan apa pun dan profesi apa pun, kata dia, dapat terjerumus ke dalam gerakan terorisme.

"Radikalisme dan terorisme dapat terkena kepada siapa saja, tua, muda, bahkan anak-anak, lelaki ataupun perempuan. Untuk itu kita harus selalu waspada dan menjaga diri serta keluarga kita," ujarnya.

Suhardi melanjutkan, penyebaran radikalisme dan terorisme kian masif terutama di media sosial. Dikatakan Suhardi, berbagai konten seperti tulisan, gambar, audio, dan audio visual tentang propaganda terorisme bertebaran di media sosial.

Bila tidak bijak, lanjutnya, generasi muda khususnya sebagai pengakses media sosial dapat terpapar paham radikal dan masuk ke dalam gerakan terorisme.

Sementara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan diskusi bertema pencegahan radikalisme dan terorisme.

Menurutnya, kewaspadaan untuk mendeteksi secara dini terorisme dan radikalisme harus dilakukan. Peran tokoh agama, kata dia, sangat dibutuhkan untuk membendung sebaran paham radikal.

"Para tokoh agamalah yang dapat memberi kesejukan sekaligus memberikan pemahaman yang lurus," ucapnya.

Ditempat yang sama, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, kegiatan diskusi ini untuk membekali para dai mengenai terorisme dan radikalisme.

Sebagai mubalig, kata Sabilul, para dai selalu bersentuhan dan menyampaikan ceramah di masyarakat. Sehingga, lanjut Sabilul, pesan anti radikalisme dan terorisme dapat semakin luas disampaikan.

"Para dai pasti mengerti makna jihad. Kita tambah pengetahuan tentang gerakan terorisme dan radikalisme. Dengan demikian, pesan anti terorisme dan radikalisme yang para dai sampaikan bisa lebih komprehensif," tukasnya. [dhn]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds