Demo Mahasiswa Di Puspemkot Tangerang Berakhir Ricuh

Mahasiswa Kritisi Pelayanan Kesehatan Buruk

Kesehatan  RABU, 30 JANUARI 2019 , 22:31:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Demo Mahasiswa Di Puspemkot Tangerang Berakhir Ricuh

Foto/ARS

RMOLBanten. Unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa (FAM) di Kantor Kota Tangerang berakhir ricuh. Sejumlah mahasiswa dan Satpol PP Kota terluka akibat bentrokan itu.

Kejadian ini bermula mahasiswa memaksa memasuki Puspemkot Tangerang untuk bertemu Walikota Arief Wismansyah. Namun, mereka dihadang Satpol PP dan polisi. Aksi dorong pun terjadi saat mahasiswa mendesak masuk ke gedung Puspemkot. Namun, dihadang barisan petugas yang sudah siaga.

Adu mulut dan pukul pun tak terhindarkan. Kelompok mahasiswa mundur lantaran kalah banyak dengan petugas. Namun, mereka melempar petugas gabungan dengan botol, batu dan kayu.

Akibatnya, sejumlah petugas terluka terkena lemparan. Lalu, petugas pun mengejar demonstran. Memukul dan menentang. Aksi mereda setelah bertambahnya petugas kepolisian dari Polrestro Tangerang.

"Ada kawan-kawan kita yang terluka," kata Sandi salah seorang pengunjuk rasa, Rabu (30/1).

Kemudian, pengunjukrasa dan Satpol PP yang terluka dibawa ke rumah sakit. Aksi ini, kata Sandi, sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap pelayanan kesehatan di Kota Tangerang.

"Pemerintah telah menzdholimi rakyat dan lebih kejam dari PKI. Padahal dua orang teman kami telah merelakan mulutnya untuk dijahit demi membela rakyat. Namun apa yang dilakukan Pemkot Tangerang, sampai detik ini tidak mau menemui. Kami berpendapat Pemkot Tangerang tidak berpihak kepada rakyat.
Kami tidak mau dipimpin oleh pemimpin yang zholim,” ujarnya.

Sebelumnya, sambung Sandi pihaknya telah melakukan kajian dan pengamatan mulai dari mensurvey beberapa Rumah Sakit yang ada di Kota Tangerang, juga Posko perjuangan kesehatan sesekali didatangi masyarakat yang mengeluhkan peralatan kesehatan.

"Mereka dari pedagang kaki lima pencari botol bekas, dan masyarakat miskin kota lainnya mengadu ke Posko kami," katanya.

"Kami juga sudah membuat survey online yang terbukti 87 persen korespondèn tidak setuju adanya BPJS yang rata- rata alasannya tidak baiknya pelayanan," tandasnya. [dhn]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds