Wakil Walikota Tangerang Paparkan Program Lingkungan Hidup Ke KemenLHK

Kota Tangerang  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 20:54:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Wakil Walikota Tangerang Paparkan Program Lingkungan Hidup Ke KemenLHK

Sachrudin/Repro

RMOLBanten. Wakil Walikota Tangerang Sachrudin memaparkan berbagai program dalam mengelola aspek lingkungan hidup di kota setempat.

Pemaparan program Pemkot Tangerang tersebut dilakukan dalam acara wawancara penilaian Nirwasita Tantra tahun 2019 sebagai rangkaian penilaian Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD).

Sachrudin juga menyampaikan tiga isu prioritas yang menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Tangerang dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.

"Optimalisasi sistem transportasi untuk menjaga kualitas udara, penanganan banjir dan genangan. Serta optimalisasi pengurangan dan penanganan sampah berbasis peran serta masyarakat," ungkap Sachrudin di ruang Rimbawan II, Kementerian LHK, Jakarta, Rabu, (14/8).

Terkait sistem transportasi, lanjut Sachrudin, Pemkot telah menjalankan sejumlah program yang telah rutin dilaksanakan seperti program car free day di tiap - tiap kecamatan setiap hari minggu pagi.

"Pemkot juga telah memasang alat ukur kualitas udara di dua titik untuk memantau udara di Kota Tangerang. Titiknya ada di jalan Benteng Betawi dan satu lagi ada di Kelurahan Sudimara Barat. Selain itu juga Pemkot terus mendorong ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang," terangnya.

Sachrudin juga menyampaikan sejumlah program Pemkot Tangerang dalam urusan penanganan banjir dan genangan di Kota Tangerang dimana jumlah titik banjir di Kota Tangerang telah jauh berkurang menjadi dua titik pada tahun 2018 sedangkan di tahun 2014 terdapat sebanyak 25 titik banjir.

"Yang dilakukan adalah dengan pembuatan sumur resapan sebanyak 343 titik serta pembuatan biopori super jumbo. Yang terbaru Pemkot juga mendorong pembuatan sumur injeksi di tiap tiap kecamatan," tuturnya.

Sementara terkait pengurangan dan penanganan sampah berbasis peran serta masyarakat, Wakil menjabarkan usaha Pemkot untuk mendorong peran serta masyarakat melalui reduksi sampah di sumber, bank sampah serta program sedekah sampah.

"Dari program sedekah sampah, di tahun 2018 terkumpul sebanyak 8,05 ton sampah anorganik dari masyarakat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Tangerang di tahun 2018 telah meraih penghargaan Nirwasita Tantra Green Leadership katagori Kota Besar dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang dinilai memiliki komitmen pada aspek lingkungan hidup daerah.

"TPP mulai berlaku di tahun 2020. Untuk besarannya sendiri masih bersifat fluktuatif karena kita ada safety sekitar 10 persen dari anggaran TPP dan akan dibagikan sebulan sekali," tandasnya. [ars]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds