Pelantikan DPRD Pandeglang Diwarnai Unjuk Rasa Mahasiswa

Parlemen  SENIN, 26 AGUSTUS 2019 , 16:43:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Pelantikan DPRD Pandeglang Diwarnai Unjuk Rasa Mahasiswa

Demo mahasiswa/MUL

RMOLBanten. Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa mewarnai prosesi pengucapan jani anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang masa jabatan 2019-2024, yang digelar, Senin (26/8).

Aksi refleksi pelantikan DPRD Kabupaten Pandeglang yang digelar di Tugu Jam Alun-alun Pandeglang oleh Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), GMNI, LMND dan Kumandang Banten, ini untuk mengingatkan kepada anggota DPRD Kabupaten Pandeglang untuk bekerja dan merealisasikan janjinya selama lima tahun mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pandeglang, Indra A Patiwara mengatakan pelantikan anggota DPRD masa bakti 2019-2024 ini hampir 50 persennya diisi wajah baru.

Ia tidak menginginkan kinerja anggota DPRD baru ini terkontaminasi oleh anggota DPRD lama yang dianggapnya lemah dan tidak produktif.

"Artinya anggota Dewan yang baru ini jangan terkontiminasi dengan kinerja anggota yang lama. Artinya jangan sampai kerja-kerja legislatif ini lemah," ungkapnya disela-sela aksi unjuk rasa.

Indra juga menginginkan anggota dewan yang baru ini bisa merealisasikan janji-janjinya politik lima tahun kedepan.

"Pengawasan legislatif terhadap eksekutif harus berjalan sesuai dengan janjinya diawal, kita tidak ingin anggota dewan perwakilan baru ini bekerjanya sama seperti anggota dprd sebelumnya. Artinya kebijakan-kebijakan atau perda-perda yang mereka buat itu bisa pro rakyat," bebernya panjang lebar.

Di lokasi yang sama, Ketua Dewan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang, Fikri menambahkan, anggota DPRD yang akan disumpah ini jangan mau dikendalikan dan dikuasai oleh eksekutif. Hanya demi kepentingan pribadi.

"Kebijakan yang kami anggap gagal ini, karena anggota DPRD sebelumnya ini gagal mengesahkan raperda tersebut bahkan ada raperda yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan restu. Artinya anggota legislatif ini lemah atau dibonsai atau dikuasai oleh eksekutif," imbuhnya. [ars]

Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds