Jangan Anggap Remeh Demam Tifoid

Kesehatan  JUM'AT, 30 AGUSTUS 2019 , 20:12:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Jangan Anggap Remeh Demam Tifoid

Edukasi kesehatan/ARS

RMOLBanten. Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella typhii yang menginfeksi tubuh manusia.

Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja dan sangat erat kaitannya dengan kualitas kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan.

Demikian disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Lippo Village dr. Nata Pratama, Sp.PD pada kegiatan edukasi kesehatan pencernaan bertajuk Vaksinasi sebagai Salah Satu Cara Pencegahan Demam Tifoid, Jumat, (30/8).

Menurutnya, sebagai negara dengan wilayah endemis tifoid, setiap tahun kejadian tifoid masih cukup tinggi di Indonesia. Pencegahan demam tifoid dapat diupayakan dengan berbagai cara, antara lain peningkatan higiene dan sanitasi untuk menurunkan insidensi demam tifoid (melalui cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Jangan remehkan demam tifoid. Ini disebabkan penyediaan air bersih dan pembuangan, serta pengelolaan sampah), menjaga kebersihan pribadi, dan menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi," kata dr. Nata.

Ia menjelaskan selain hal-hal yang disebutkan di atas, seseorang juga perlu mendapatkan vaksinasi untuk mencegah demam tifoid. Vaksinasi dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyakit serta sebagai tindakan pertahanan dan perlindungan terbaik terhadap infeksi dan berbagai penyakit.

"Vaksin tifoid sangat dianjurkan terutama untuk anak usia sekolah, orang dewasa, petugas kuliner yang berhubungan dengan makanan dan minuman, serta wisatawan yang akan bepergian di wilayah endemik demam tifoid," ujarnya.

Nata menegaskan, tifoid tidak dapat dianggap remeh. Terlebih bila menyerang anak-anak karena daya tahan tubuh anak cenderung masih lemah dan belum sekuat orang dewasa. Pemberian vaksinasi dapat menjadi salah satu langkah pencegahan demam tifoid.

"Vaksin tifoid dapat diberikan pada anak sejak usia dua tahun hingga dewasa, dimana dianjurkan untuk diulang setiap tiga tahun. Vaksin tifoid dapat berupa oral ataupun suntikan, dimana untuk di Indonesia saat ini yang beredar adalah suntikan,” tandasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds