Lansia Kota Tangerang Terlantar Ditampung Di RPS

Kesehatan  KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 , 19:11:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Lansia Kota Tangerang Terlantar Ditampung Di RPS

Lansia di RSP/Repro

RMOLBanten. Kaum Lanjut Usia (Lansia) acap kali kurang mendapatkan perhatian yang layak. Tidak sedikit lansia yang menghabiskan masa tuanya sendirian bahkan di jalan.

Pemkot Tangerang pun berupaya memberikan perhatian khusus bagi lansia terlantar, dengan menyediakan Rumah Perlindungan Sosial (RPS). Rumah perlindungan tersebut digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi lansia-lansia yang terlantar di jalanan.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan RPS diperuntukan bagi orang-orang terlantar khususnya Lanjut Usia (Lansia) diatas usia 65 tahun. Kehadiran RPS tersebut berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi para manula maupun lansia terlantar yang tidak memiliki keluarga atau orang yang memang kurang diurus oleh keluarganya.

"Saat ini menampung kurang lebih 28 lansia. Jumlah laki-laki 10 orang dan wanita 18 orang. Kami menemukan mereka dari laporan Satpol PP, PSM, TKSK, maupun warga masyarakat yang ada di wilayah-wilayah," katanya, Kamis, (5/9).

Tiba di RPS, para lansia mendapatkan berbagai fasilitas mulai dari screening atau assessment dan mendapatkan banyak pendampingan sosial dengan program dan kegiatan dari Dinsos Kota Tangerang. Bagi lansia yang sakit akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUD Kota Tangerang, sementara yang sehat akan ditampung dan diberikan perlindungan sosial.

Lansia-lansia yang berada di PSM sudah berkurang secara fisik, ada yang penglihatan dan pendengarannya terganggu dan ada pula yang sulit berjalan. Agar kemampuan motorik, auditori dan sensorik tetap berfungsi dengan baik, para lansia kesehariannya disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti screening kesehatan yang dilakukan setiap harinya dan kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin. Tak hanya itu, untuk menjaga para lansia tetap bugar, Dinsos Kota Tangerang memberikan aktivitas olahraga setiap paginya.

"Kegiatan olahraga dilakukan pagi hari setiap hari, khusus untuk senin dan rabu ada olahraga khusus lansia dengan instruktur senam yang kita datangkan. Ada juga peralatan olahraga dan batu pijakan refleksi disini," ujar Suli.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Tangerang Feriansyah mengatakan, lansia diberikan kegiatan keterampilan seperti menjahit dan mengolah barang-barang bekas menjadi barang yang bisa digunakan kembali.

Sedangkan untuk melatih motorik, auditori dan sensorik para lansia diberikan kegiatan kesenian memainkan angklung dan kegiatan berkebun.

"Bercocok tanam ini agar mereka tidak bosan dan bisa merasakan udara jadi tidak pengap dan bosan di dalam kamar terus, yang ditanam pun beragam ada bayam cabai, kol, dan sayur-masyur lainnya. Tapi setiap kegiatan mereka didamping oleh pengasuh untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan," imbuh Feriansyah.

Seluruh fasilitas dan program-program yang diberikan Dinsos Kota Tangerang diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi lansia terlantar di hari tua mereka, sehingga para lansia merasa diperhatikan dengan layak.

"Kita lindungi sampai ada kabar dari keluarga yang mencari mereka. Kebanyakan dari mereka saat ditemukan tidak memiliki identitas, namun karena ini sudah menjadi visi-misi kami, bahwa orang-orang terlantar yang ditemukan di wilayah Kota Tangerang menjadi tanggungjawab kami untuk membantu memberikan perlindungan sosial," tutupnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds