Mahasiswa Dipukul Pamdal DPRD Banten Berakhir Damai

Kota Serang  SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 21:04:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Mahasiswa Dipukul Pamdal DPRD Banten Berakhir Damai

Berdamai/RUS

RMOLBanten. Setelah melalui proses antara kedua belah pihak, akhirnya Ahmad Jayani salah satu Mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) mencabut laporan polisi terhadap anggota pengamanan dalam (Pamdal) DPRD Banten (HS) dalam kasus pemukulan saat melakukan pengamanan dalam rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah janji anggota DPRD Banten periode 2019-2024, Senin (2/9) lalu. 

Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai sesuai dengan surat tidak melanjutkan laporan Polisi, nomor LP/312/ IX/ Res. 16/2019/Banten, Tanggal 2 September 2019 yang ditandatangani di Polsek Curug, Senin (9/9). 

Dalam surat tersebut tertulis, sehubungan dengan laporan/ atau pengaduan ke Direktor Reserse Kriminal Umum Polda Banten dengan laporan Polisi Nomor : LP/312 /IX/ RES. 16/ 2019/ Banten/ SPK I, tanggal 2 September 2019, dan surat pelimpahan perkara nomor : B/ 1655/IX/Res 1.6/ 2019/ Ditreskrimum tanggal 6 September 2019 tentang pelimpahan perkara tindak pidana.    

"Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan Ringan" yang terjadi pada hari Senin tanggal 2 September 2019 di kantor DPRD Banten, Curug Kota Serang dengan ini korban atau pelapor mohon kepada Kapolsek Curug untuk tidak melanjutkan laporan atau pengaduan dan menganggap perkara tersebut telah selesai dengan pertimbangan adanya kejadian tersebut telah dilakukan mediasi dan saling meminta maaf atas kejadian tersebut serta dilakukan musyawarah kedua belah pihak.  

Usai pencabutan laporan polisi, Ahmad Jayani kepada wartawan menyampaikan, pihaknya bersama Kumala sudah sepakat untuk melakukan pencabutan laporan atas kasus pemukulan yang dilakukan salah satu anggota Pamdal DPRD Banten.  

"Memang pada awalnya tanggal 2 September saya melaporkan kejadian ini di Polda Banten, tetapi Polda Banten di disposisikan ke Polsek Curug dan Alhamdulillah tadi sudah dicabut laporannya dan itu juga hasil mediasi antara DPRD Provinsi Banten yang didampingi senior-senior Kumala," katanya.  

Ia menyampaikan, bahwa secara pribadi dirinya tidak tega jika laporan polisi tersebut dilanjutkan hingga berujung pemecatan. Oleh karena itu, dirinya memilih jalan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.  

"Yang pertama, dari lubuk hati saya. Saya merasa tidak tega kalau seandainya terjadi pemenjaraan atau pemecatan terhadap Pak Heri. Waktu itu memang Karena saya terlalu tergesa-gesa, terburu-buru menyelesaikan laporan ke pihak kepolisian tetapi saya berpikir dua kali bahwa jalur musyawarah adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini," tuturnya. 

Kedepan dirinya berharap, ketika mahasiswa menyuarakan pendapat di muka umum, baik pawai maupun aksi demonstrasi tidak ada lagi perlakuan-perlakuan yang tidak Semestinya.   

"Walaupun kami mencabut laporan namun fungsi mahasiswa sebagai Agent of Control dan Agent of Change mahasiswa tetap harus mengawal kerja-kerja Pemerintahan maupun Legislatif.  Untuk hal itu sebenarnya antara keluarga mahasiswa Lebak dan pihak DPRD Provinsi Banten itu sudah saling memaafkan. Itu hanya saja disini fungsi dari mahasiswa masih tetap, untuk mengontrol kinerja DPRD Provinsi Banten dimana itu mereka kan sudah diberi kewenangan legislasif, budgeting dan controlling di mana tiga kewenangan itu biar lebih dimaksimalkan lagi," pungkasnya.  

Ditempat yang sama, Koordinator Pamdal DPRD Banten, Sunjana mengaku bersyukur kasus tersebut berakhir damai. Ia juga menyampaikan akan mengevaluasi serta mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi lagi.  

"Alhamdulillah antara mahasiswa Kumala dengan Pamdal sudah selesai dengan berdamai. Harapan kami memang kita juga akan antisipasi kedepannya jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan contohnya pemukulan. Kita mungkin akan amankan kalau ada permasalahan tapi tidak ada kekerasan atau pemukulan," tandasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds