DEMA UIN: Cara Polisi Hadapi Mahasiswa Tidak Sesuai Protap Dalmas

Keamanan  SABTU, 28 SEPTEMBER 2019 , 10:19:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

DEMA UIN: Cara Polisi Hadapi Mahasiswa Tidak Sesuai Protap Dalmas

Riski Ari Wibowo/Dok

RMOLBanten. Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA) UIN Syarif Hidayatulah Jakarta mengutuk keras tindakan kekerasan aparat kepolisian dalam mengawal peserta unjuk rasa baik itu di pusat atau daerah.

Tindakan represif yang dilakukan oleh Polisi tidak sesuai dengan prosedur tetap (Protap) pedoman pengendalian massa (Dalmas).

Riski Ari Wibowo, Wakil Presiden Dema UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan, tindakan represif yang dilakukan oleh pihak aparat kepolisian dalam menanggulangi peserta unjuk rasa tidak sesuai dengan Protap Dalmas.

Dalam Praturan Kaporli Nomor 16 Tahun 2006 Protap Dalmas tidak mengenal ada kondisi khusus yang bisa dijadikan dasar aparat polisi melakukan tindakan represif. Protap juga sangat jelas melarang satuan dalmas melakukan tindakan kekerasan yang tidak sesuai prosedur. Bahkan hal rinci, seperti mengucapkan kata kotor atau memaki pengunjuk rasa," ucap Riski dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (28/09).

Riski menjelaskan, aparat kepolisian juga mempunyai kewajiban menghormati HAM setiap pengunjuk rasa.

Jadi pada prinsipnya aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi tidak memiliki kewenangan untuk memukul demonstran dengan landasan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Lanjut Riski mengatakan, Kematian Almarhum Yusuf, dan Rendy (Universitas Halu Oleo), serta Luka berat yang dialami Faisal Amir (Universitas Al-Azhar Indonesia) jelas sangat melukai perjuangan reformasi yang telah dibangun 22 tahun lalu.

Karena itu Ia mendesak, kepada Kaporli untuk mengintruksikan jajarannya agar tidak mengulangi tindakan represif kepada peserta unjuk rasa.

Mengingat mahasiswa akan kembali melakukan aksi besar mahasiswa Senin (30/9) mendatang agar tidak ada korban yang berjatuhan.

Kita mendesak kepada Kaporli untuk mengintruksikan jajarannya agar tidak mengulangi lagi tindakan represif aparat kepolisian dalam mengawal unjuk rasa, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan," pungkas Riski. [ars]








Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds