Digagalkan Polisi, Puluhan Pelajar Bajak Bus KONI Demi Demo Ke Jakarta

Keamanan  SENIN, 30 SEPTEMBER 2019 , 21:06:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Digagalkan Polisi, Puluhan Pelajar Bajak Bus KONI Demi Demo Ke Jakarta

AKBP Indra Lutrianto Amstono/MUL

RMOLBanten. Puluhan pelajar SMA dan SMK asal Kabupaten Pandeglang nekat membajak bus milik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) demi mengikuti aksi unjuk rasa ke Jakarta, pada senin (30/9).

Namun, kesigapan Polisi sebelum meninggalkan Pandeglang, aksi mereka berhasil digagalkan aparat yang sedang melakukan penyekatan di perbatasan Kabupaten Pandeglang- Serang atau tepatnya di Kecamatan Cadasari.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono menyayangkan aksi mereka yang hendak ke Jakarta. Soalnya, pemerintah sudah mengimbau agar para pelajar tidak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

"Kita ketahui ada imbauan dari Mendikbud untuk tidak berunjuk rasa. kami sudah kesetiap sekolah agar pelajat tdak ikut berangkat. Namun masih ada saja yang berangkat," ujarnya.

Kapolres pun menyayangkan para siswa yang mengikuti  aksi tersebut. Karena saat diklarifikasi, mereka tidak mempunyai alasan mendasar alias hanya ikut-ikutan.

"Dari hasil klarifikasi kami, mereka hanya ikut-ikutan saja. Informasi yang sampai ke mereka ini tidak valid dan komprehensif sehingga mereka hanya mengambil sepenggal dan itu diyakini mereka untuk berbuat hal yang benar. Padahal tidak seperti itu," beber Kapolres.

Saat ini puluhan siswa itu masih dilakukan pendataan. Mereka juga diberi pembinaan dan penyuluhan. Mereka nantinya harus membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatan yang sama.

"Mereka baru bisa pulang kalau ada yang menjemput, baik orang tua, keluarga, atau dari pihak sekolah. Kami tidak akan melepas mereka sendiri," terangnya.

Sementara itu, seorang siswa asal SMK Banten Raya, Aji mengaku, bahwa aksi mereka murni dari hati nurani dan sama sekali tidak ada yang menggerakkan.

"Cuma ikut-ikutan saja liat STM lain. Kalau KPK dihilangkan nanti pejabat yang kaya makin kaya nanti yang miskin makin miskin. Takut hancur Indonesia kalau tidak diperjuangkan," tegasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds