Akademisi Untirta: Cara Pandang Dimyati Ke JB Masih Feodal

Politik  RABU, 09 OKTOBER 2019 , 18:24:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Akademisi Untirta: Cara Pandang Dimyati Ke JB Masih Feodal

Gandung Ismanto/RAG

RMOLBanten. Wacana trah mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya (JB) yang direspon negatif tokoh Pandeglang Ahmad Dimyati Natakusumah (ADN) menggambarkan cara pandang yang tidak demokratis.

Demikian disampaikan Akademisi Untirta Gandung Ismanto kepada awak media di Kota Serang, Rabu (9/10).

Cara pandang Dimyati tersebut, lanjut Gandung mencerminkan kaum feodal yang sangat elitis, jauh dari nilai dan semangat demokrasi.

"Demokrasi bagi kaum feodal hanya dipandang sebagai alat untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan, bukan menghormati dnlan menjunjung kedaulatan rakyat," katanya.

Munculnya istilah 'kavling, jangan nyebrang' lanjut Gandung merefleksikan mindset seorang penguasa yang feodal yang menganggap wilayah dan kekuasaan di wilayah ini sebagai miliknya.

"Sangat menyedihkan tentu. Perseteruan ini juga menegaskan bukti adanya deviasi bahkan dekonstruksi dalam praktik demokrasi lokal kita yang telah berubah menjadi oligarki melalui praktik politik dinasti," ujarnya.

Hal ini, kata Gandung indikasi demokrasi mengalami malfungsi karena dibajak kaum feodal yang elitis. Ini merupakan alarm tanda bahaya bagi demokrasi pancasila.

"Parahnya adalah, meski kita telah banyak memiliki referensi dan pengalaman pahit dengan praktik dinasti ini, namun praktik politik dinasti justru mengalami surplus di seluruh wilayah provinsi Banten," tukasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds