Peringatan HSN, Irna Ajak Perangi Radikalisme

Kabupaten Pandeglang  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 19:19:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Peringatan HSN, Irna Ajak Perangi Radikalisme

Irna Narulita/MUL

RMOLBanten. Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengajak kepada seluruh santri dan masyarakat kabupaten Pandeglang untuk menolak segala bentuk anarkisme dan radikalisme.

Menurutnya, banyak prilaku radikalisasi dan anarkis yang mengatasnamakan agama, yang sangat melukai umat islam.

Hal itu diungkapkan, Bupati Pandeglang, Irna Narulita usai menggelar upacara Hari Santri Nasional di Alun-alun Menes, Kecamatan Menes Pandeglang, Selasa, (21/10).

"Jangan sampai ada faham - faham radikalisme yang mengatasnamakan Agama. Karena hal itu sangat melukai hati kita semua, khususnya para santri di Pandeglang," katanya.

Menurut Irna, peringatan Hari santri nasional harus dijadikan momentum memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen negara dalam menghormati para pendahulu bangsa.

Selain itu, peringatan hari santri juga harus menjadi momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada semangat moderasi.

Oleh karena itu para santri diharapkan semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup serta menekan lahirnya konflik di tengah tengah keragaman masyarakat,"katanya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah terus berupaya dan selalu mendukung berbagai kegiatan di bidang agama. Baik kegiatan peringatan hari besar Islam maupun bantuan sarana dan prasarana keagamaan melalui pondok pesantren, majlis taklim, beasiswa untuk para santri serta masih banyak bantuan lainya.

"Hal tersebut terus dilakukan bukan saja syiar islam akan tetapi juga dalam rangka mencetak generasi yang membela kedaulatan tanah air dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," imbuhnya.

Sementara, Ketua MUI Pandeglang, KH. Tubagus Hamdi Maani mengatakan, santri punya peran yang sangat besar terhadap pembangunan Negara. Oleh sebab itu, dengan telah disahkannya undang-undang santri ini. Saat ini para santri sudah tidak lagi merasa terisolir dan bersikap pesimis.

"Santri juga bukan hanya sekedar belajar Ilmu keagamaan, melainkan santri juga diajarkan Ilmu tentang kenegaraan. Maka santri akan terus mengawal dan mendorong percepatan pembangunan baik di daerah maupun di pusat," tuturnya

Terpisah, Ketua pelaksana pringatan HSN, Mustofa Subki mengaku, siap untuk menolak segala bentuk faham radikalisme. Karena menurutnya, sikap radikalisme tidak diajarkan dalam Islam.

"Tentu radikalisme itu tidak dibenarkan. Maka dari itu, kami akan tolak segala bentuk sikap kekerasan dan radikalisme itu," tukasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds