Kecewa Kabinet

Opini  SELASA, 29 OKTOBER 2019 , 01:59:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Kecewa Kabinet

Kabinet Indonesia Maju/Net

SAYA merasa bahagia Prof. Mahfud MD diangkat menjadi Menkopolhukham , Dr. Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan, Letjen Prabowo Subianto Menteri Pertahanan sementara Retno Marsudi tetap Menlu, Dr. Moeldoko tetap Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Pratikno tetap Menteri Sekretaris Negara, Dr. Yasonna Laoly tetap Menteri Hukum dan HAM sebab saya meyakini bahwa para beliau masing-masing adalah The Right Person On The Right Place.

Kecewa

Saya merasa kecewa bahwa Susi Pujiastuti tidak lanjut sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan sementara Prof Siti Musdah Mulia, Yenny Wahid, Grace Natalie, Prof. Hendrawan Supratikno, Ir. Basuki Tjahaja Purnama , Dr. Fadli Zon, Dr. Ilham Habibie tidak diangkat menjadi menteri padahal para beliau memiliki potensi profesional untuk berperan sebagai pembantu presiden terbaik di bidang keahlian masing-masing.

Namun di alam demokrasi memang mustahil segenap warga Indonesia sependapat, seperasaan dan seselera dengan saya. Selama susunan kabinet ditetapkan setelah rakyat memilih presiden maka pasti ada yang setuju namun juga pasti ada yang tidak setuju.

Pasti ada yang bahagia namun juga pasti ada yang kecewa. Kecewa merupakan perasaan kodrati manusia yang wajar timbul apabila harapan tidak terpenuhi.  Demi mencegah timbulnya rasa kecewa maka dibutuhkan upaya meniadakan harapan .

Sebelum Pilpres

Sebenarnya, sejak masa awal Orde Reformasi mulai menghadirkan pemilihan presiden langsung oleh rakyat, saya sudah menawarkan suatu sistem mekanisme politik demi menghindari timbulnya kekecewaan rakyat terhadap kabinet presiden yang mereka pilih.

Saran mencegah kecewa itu sebenarnya sederhana saja yaitu seorang calon presiden diwajibkan menyusun kabinet sebelum pemilihan presiden mulai diselenggarakan. Maka rakyat bukan hanya memilih presiden dengan wapres saja namun presiden dan wapres lengkap dengan seluruh pembantu presiden di dalam kabinet .

Jika cawapres terbukti bisa dan boleh ditentukan sebelum pemilu maka sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak membisakan dan tidak membolehkan para calon menteri ditentukan oleh capres sebelum pemilu.

Angin Berlalu

Para pembantu presiden dalam kabinet sangat penting, bahkan utama dalam menentukan kinerja seorang presiden yang mustahil mampu memimpin negara, bangsa dan rakyatnya secara seorang diri tanpa para pembantu di dalam kabinetnya.

Jika rakyat dapat memilih seorang presiden dan wapres lengkap dengan para pembantu di dalam kabinetnya, maka dapat diharapkan bahwa tidak ada rakyat merasa kecewa akibat ternyata para pembantu presiden tidak sesuai dengan harapan rakyat.

Tidak ada harapan yang tidak terpenuhi akibat presiden, wapres dan para menteri sudah termasuk ke dalam paket kepemerintahan yang langsung dipilih oleh rakyat.

Menyadari diri cuma rakyat jelata maka saya sudah terbiasa bahwa saran saya bukan saja dianggap angin berlalu, namun bahkan juga sebagai bahan cemoohan. Maka saya sudah wajib bersyukur apabila saya tidak  dilaporkan ke polisi atas dugaan terpapar radikalisme atau bahkan makarisme. [***]

Penulis adalah rakyat jelata Indonesia. 


Komentar Pembaca
Angkamologi Lima

Angkamologi Lima

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020

Berenang Tenggelam

Berenang Tenggelam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020

Pemerintah Harus Melayani

Pemerintah Harus Melayani

JUM'AT, 25 SEPTEMBER 2020

Mempelajari Jari

Mempelajari Jari

JUM'AT, 25 SEPTEMBER 2020

Resesi

Resesi

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020

Sejarah Dan Perkembangan Pilkada Di Indonesia
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds