Video Hujan Dan Puting Beliung Porak Porandakan KP3B Banten

Keamanan  RABU, 13 NOVEMBER 2019 , 19:17:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

<i>Video</i> Hujan Dan Puting Beliung Porak Porandakan KP3B Banten

Foto: Istimewa

RMOLBANTEN. Hujan deras disertai angin kecang, Rabu (13/11) melanda hampir sebagian wilayah Provinsi Banten. Tak sedikit rumah-rumah warga yang atapnya ambruk dan tak bisa ditempati lagi oleh pemiliknya.
 
Tak hanya itu saja, kantor-kantor di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kecamatan Curug, Kota Serang, sebagian besar mengalami kerusakan. Bangunan parkir yang ada di pemprov roboh dan menimpa mobil-mobil yang terparkir.

Pantauan, hujan disertai angin kencang sejak pukul 13. 05 hingga 13.25 WIB, membuat perumahan warga disekitar Kecamatan Cipocokjaya dan Curug, rusak akibat atapnya atau internetnya roboh.
 
Di KP3B, sebagian besar pohon-pohon yang ada disemua organisasi perangkat daerah (OPD) bertumbangan. Di Dinsos Banten, Aula Lantai Gedung II, atapnya bertebrangan, begitupun di area parkir kantor wakil gubernur, parkir kendaraan roda II di DPRD, Kesbang Pol, Satpol PP, Dinas LHK.

Dinas Pertanian Banten, selian merobohkan internit atapnya bertebangan di sejumlah ruangan, namun juga kendaran pegawai dan tamu seperti mobil dan motor mengalami kerusakan akibat terimpa pohon tumbang.

Spanduk bergambarkan kepala daerah, plang nama juga jadi sasaran angin.
 
Bahkan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) para pegawai berhamburan,karena atap dan internetnya jebol, dan merusakan sejumlah meja dan satu unit laptop (komputer jinjing) milik salah satu sekolah SMK Negeri yang tengah melakukan penelitian APBD tahun anggaran 2020.
 
"Iya, tadi seluruh pegawai BPKAD pada berhamburan, bahkan banyak juga yang menanggis karena ada hujan besar disertai angin kencang. Bahkan saya lihat ada yang sampai sujud, memohon pengampunan dosa kepada Allah SWT. Mungkin dia berpikiran akan kiamat," jelas salah seorang tamu yang kebetulan sedang berada di BPKAD, Andi.
 
Sementara itu, salah seorang warga Curug, Kota Serang, Padma mengaku selain hujan besar disertai angin kencang, fenomena alam dan unik terjadi, dengan adanya es berukuran batu cincin.
 
"Ada fenonama, hujan es. Ini baru kali ini terjadi setelah saya menetap disini selama tujuh tahun. Tadi saya kaget sekali, kok atap rumah seperti dilempari batu kerikil. Pas saya lihat ke bawah ternyata hujan es," ujarnya.
 
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy ditemui usai acara di BPSDMD mengaku sudah mengetahui telah terjadi angin kencang di KP3B yang mengakibatkan kerusakan kantor-kantor.
 
"Iya tadi saya sudah dapat informasi itu, saya minta kepada pegawai untuk tenang, dan tetap berdoa kepada Allah SWT," katanya.

Perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang Rofikoh mengatakan, hujan lebat yang terjadi kemarin sudah bisa dikategorikan sebagai hujan ekstrem.

Sebab, dari hasil hasil observasinya di khususnya di kawasan Taktakan, lokasi Kantor BMKG Klas 1 Serang, hujan yang turun mencapai 22 milimeter dalam kurun waktu satu jam.

"Setelah satu jam untuk hasil observasi di kantor itu untuk hujan sudah masuk kategori esktrem. Lebih dari 20 milimeter sudah kategori ekstrem. Sudah hujan es sudah ekstrem. Yang di KP3B mungkin kecepatan (angin) lebih dari 25 knot atau lebih dari 50 km per jam,” ungkapnya.

Cuaca ekstrem, kata dia, memang berpotensi terjadi pada peralihan musim seperti saat ini. Untuk wilayah Serang diprediksi sudah memasuki musim hujan pada awal Desember.

Dengan prakiraan tersebu maka kondisi serupa masih bisa terjadi selama satu bulan ke depan.

"Kejadian hujan lebat hari ini pengaruhi dari indikator masa peralihan atau masa transisi. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Di masa transisi untuk kejadian cuaca ekstrem cukup besar diantaranya puting beliung, hujan lebat, angin kencang, hujan es. Masa transisi untuk wilayah Kota Serang akan berlangsung ya satu bulan ini,” tuturnya. [dzk]


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds