Pemilihan Direksi BUMN Tak Pernah Segaduh Ini, Apa Sengaja Untuk Tutupi Resesi?

Politik  RABU, 20 NOVEMBER 2019 , 21:47:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pemilihan Direksi BUMN Tak Pernah Segaduh Ini, Apa Sengaja Untuk Tutupi Resesi?

Basuki Tjahaja Purnama/Net

RMOLBANTEN. Ramainya penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai salah satu petinggi di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat suguhan pro dan kontra publik Tanah Air.

Diawali dengan Kegaduhan saat Menteri BUMN, Erick Thohir memanggil eks Gubernur DKI Jakarta itu ke kantornya, Rabu (13/11).

Manta suami Veronica Tan itu pun dengan lantang membenarkan dirinya akan dilibatkan sebagai salah satu direksi BUMN oleh Erick.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan yang sudah menantinya.

"Intinya kami bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu direksi BUMN. Begitu aja. Jabatannya apa, BUMN mana, saya belum tahu. Mesti tanya ke Pak Menteri, itu saja," jelas Ahok.

Statement ini langsung dibanjiri beragam komentar oleh publik.

Tak sedikit yang secara terang-terangan menolak Ahok lantaran memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana.

Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio yang melihat sisi lain dari penunjukan Ahok.

Dari kacamata pengamatannya, ada skenario yang seakan-akan sengaja dibuat agar publik terpusatkan dengan perombakan direksi di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

"Seinget saya, pemilihan Direksi BUMN belum pernah segaduh saat ini, seperti ada panggung yang dibuat agar perhatian kita tertuju ke situ," kata Hendri di akun twitter pribadinya, Selasa (19/11).

Hensat biasa disapa tidak menjabarkan secara gamblang maksud dari pernyataannya itu.

Namun, penunjukan Ahok sebagai salah satu makhoda BUMN sukses menyedot perhatian publik, termasuk salah satunya ekonom senior Rizal Ramli yang juga mengkritisi kebijakan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf itu.

"Bang Rizal Ramli pun ikutan komentar tentang lakon panggung itu, sedikit berpaling dari isu resesi ekonomi yang konon akan tiba," tandasnya. [dzk]


Komentar Pembaca
UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

Suasana Penyambutan Imam Besar FPI

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 , 09:33:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds