Kemendag Klaim Pasokan Pangan Nataru Di Banten Aman

Daerah  JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 02:36:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Kemendag Klaim Pasokan Pangan Nataru Di Banten Aman

Irjen Kemendag, Etti Susilowaty/Dok

RMOLBANTEN. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan ketersediaan bahan pangan di Banten cukup selama perayaan natal dan tahun baru (Nataru) tahun 2019.

Meski demikian pemprov mencatat, sejumlah kebuhan masyarakat saat ini mulai mengalami kenaikan.

Inspektur Jenderal (Irjen) II pada Kemendag), Etti Susilowaty usai rapat koordinasi (rakor) tertutup dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pangan jelang Nataru 2019mengaku, kebutuhan pangan di Banten dijamin mencukupi sampai akhir tahun.

Sebelum menggelar rakor terlebih dahulu rombongan Kemendag RI melakukan isnpeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Rau, Kota Serang. Sidak tersebut dilakukan untuk mengetahui ketersediaan dan harga pangan di Banten.

Dikatakan Etti, berdasarkan hasil pemantauan dan rakor terungkap bahwa ketersedian dan harga pangan menjelang hari natal dan tahun baru di Pasar Induk Rau, Kota Serang, masih stabil.

Meski begitu, masih ada satu komoditas yaitu bawang merah yang mengalami kenaikan harga mencapai Rp 36 ribu dari harga normal Rp 22 ribu.

Harga sudah mulai stabil stok cukup. mungkin lebih ada kenaikan sedikit di bawang merah yah yang lainnya cukup alhamdulillah mudah-mudahan sampai ke natal dan tahun baru,” ungkap Etti di Aula Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (21/11) .

Karena itu pihaknya bersama pemerintah daerah akan membuat sejumlah langkah strategis. Salah satunya membentuk tim pemantauan.

Kita ada tim pemantauan nanti tiap ada kenaikan harga lapor ke pusat. Kita cepat antisipasi sehingga ada solusinya jadi nggak sampe terlalu lama,” ujarnya.

Pihaknya optimis ketersedian stok dan harga pangan akan normal hingga perayaan nataru.

”Alhamdulillah dua tahun terakhir ini lebaran kita tetap stabil akibat penetrasi pasar kita semua pantau,” imbuhnya.

Sementara, Kabid Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, E. Supriadi mengatakan, dari hasil pantauan di lapangan, kenaikan harga sejumlah komoditas dikarenakan memasuki bulan Maulud. Meski begitu, ia mengaku, untuk stok menjelang Nataru 2019 masih aman.

Ada kenaikan sedikit karena bulan maulud, kaya telur, cabagi merah, daging ayam. Untuk stok bersa tadi waktu rakor dari Bulog (Badan Usaha Logistik) menegaskan jika stok bersa masih aman sampai delapan bulan ke depan,” kata Supriadi.

Terkait rakor, Supriadi menjelaskan, merupakan salah satu upaya mengamankan ketersediaan bahan pangan jelang Nataru.

Salah satunya kita bentuk tim pemantau yang akan melakuak penetrasi terhadap harga-harga yang naik. Nanti hasil pantauan akan langsung dilaporkan ke pusat,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Disperindag Banten per 19 November 2019, terdapat kenaikan dan penurunan harga sejumlah bahan pokok.

Untuk harga eceran beras di sejumlah pasar di Banten sebesar Rp 9.367 per kilogram, harga tersebut masih dibawah harga eceran tertinggi (HET) yaitu sebesar Rp 9.450 per kilogram.

Untuk harga minyak curah mengalami kenaikan Rp 500 menjadi Rp 11.000 dari harga eceran sebesar Rp 10.500. Harga daging ayam ras sebesar Rp 36.833 atau naik sebesar 3,81 persen dari harga awal Rp 35.000.
 
Kemudian, harga telur memiliki selisih harga rata-rata di atas harga acuan sebesar Rp 22.000 dengan harga rata-rata per 19 November sebesar Rp 22. 667.

Untuk harga cabai merah mengalami penurunan sebesar 21,68 persen dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 32.167. [dzk]

 

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds