Ini Dua Cara Berantas Buzzers Sampah Demokrasi Ala Rizal Ramli

Politik  SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 00:59:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Ini Dua Cara Berantas Buzzers Sampah Demokrasi Ala Rizal Ramli

Rizal Ramli/Net

RMOLBANTEN. Selain paham modus operandi buzzers politik di media sosial, yang disebut sebagai sampah demokrasi, tokoh nasional DR Rizal Ramli menemukan dua cara efektif memberantas para buzzer.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, menemukan jurus itu setelah dirinya menjadi target serangan.

Serangan itu muncul setelah kritik keras RR biasa disapa pada kebijakan pemerintah mengusung mantan narapidana penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi Komisaris Utama Pertamina.

Ahok buat RR bukan orang yang berpengalaman menangani korporasi dan tidak terbiasa dengan good governance.Pasalnya, Ahok masih terindikasi terlibat dalam sejumlah kasus keuangan saat menjabat sebagai gubernur. Mulai dari kasus pembelian lahan RS Sumber Waras, lahan di Cengkareng, hingga bus Transjakarta dari Tiongkok.

Cara pertama untuk menghentikan buzzer politik di media sosial adalah dengan meminta para tokoh-tokoh politik berhenti membiayai buzzers bayaran yang merusak demokrasi.

"Ada yang punya ratusan buzzers, setiap hari tweet 10 kali dengan kosakata norak & terbatas,” tegasnya.

Cara kedua, ujar mantan Menko Maritim itu adalah dengan memblock warganet yang terbiasa ngawur saat berkomentar.

Dengan begitu, maka buzzer akan sibur berperang dengan sesama rekannya sendiri.

"Block dan mute, biarkan mereka dialog sendiri,” pungkasnya. [dzk] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds