Tersangka Penambang Urugan Ilegal Dilimpahkan Ke Kejari Serang

Hukum  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 18:48:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Tersangka Penambang Urugan Ilegal Dilimpahkan Ke Kejari Serang

Foto: RAG

RMOLBANTEN. Dua tersangka dan barang bukti perkara dugaan penambangan tanah urugan ilegal di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang dilimpahkan penyidik unit Kriminal Khusus (Krimsus) Satuan Reskrim Polres ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Pelimpahan tahap kedua dilakukan setelah berkas perkara dengan tersangka AW alias Wawan, 45, dan EJ alias Edi,  51, dinyatakan lengkap oleh penyidik Kejari.

"Berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari. Kami lakukan penyerahan tersangka berikut barang bukti berupa 4 unit kendaraan excavator, 2 kendaraan pengangkut tanah berikut surat jalan bon pembelian tanah dari penyidik Polres Serang ke Kejari," ungkap Kasat Reskrim Polres Serang,  AKP Maryadi dikonfirmasi, Kamis (5/12).

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang Yogi Wahyu Buana, membenarkan berkas perkara dugaan penambangan ilegal tanah urugan telah dinyatakan lengkap.

Menurut Yogi, setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti, nantinya berkas tersebut akan ditelaah oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang ditunjuk.

"Setelah dinyatakan lengkap, maka JP akan melimpahkannya ke Pengadilan Negeri (PN) Serang untuk disidangkan," terang Yogi Wahyu.

Untuk diketahui, Kamis (3/10), unit II Krimsus Satreskrim Polres Serang menyegel dua kegiatan penambangan tanah urugan di Kampung Cibuntu, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

Penyegelan dilakukan karena dua pengusaha diduga tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Dinas ESDM Propinsi Banten.

Dalam penutupan ini, petugas mengamankan 4 alat berat excavator dan 4 dump truk yang ada di lokasi dengan menyegel menggunakan garis polisi.

Selain dua jenis alat berat, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya dari lokasi penambangan.

Karena kedua pengusaha galian tanah urugan itu dinilai tidak kooperatif, Kamis (17/11), petugas Unit II Krimsus yang dipimpin Iptu Samsul Fuad melakukan penangkapan terhadap tersangka AW alias Wawan, disebuah warung makan di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang dan EJ alias Edi ditangkap dua jam kemudian disebuah rumah makan di Kota Serang.

"Tersangka AW dan EJ ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penambangan yang tidak dilengkapi dengan izin sebagaimana Pasal 158 UU RI No 4 Th 2009," kata Iptu Samsul saat itu.

Hasil tambang berupa tanah merah tersebut dijual kepada beberapa perusahaan diantaranya ke sejumlah pengusaha di Banten dan Jakarta dengan harga per dump truk dengan kapasitas 20 kubik sebesar Rp 330 ribu hingga 350 ribu.

Adapun kegiatan penambangan yangg dilakukan tersangka AW baru berjalan sejak 23 September 2019.

Sedangkan yang dilakukan tersangka EJ baru berjalan sejak tanggal 29 September 2019. [dzk]





Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds