Bukan Ahli Nujum, Ramalan Ekonomi Nyungsep Dari Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Jadi Kenyataan

Ekbis  SENIN, 09 DESEMBER 2019 , 13:02:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Bukan Ahli Nujum, Ramalan Ekonomi <i>Nyungsep</i> Dari Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Jadi Kenyataan

Rizal Ramli/Net

RMOLBANTEN. Layaknya ahli nujum, ramalan dari ekonom senior DR Rizal Ramli menjadi kenyataan.

Lagi, lagi, dan lagi begitu menggambarkan ketepatan prediksi Rajawali Ngepret julukan yang sempat diaematkan kepadanya saat menjadi pembantu Presiden Jokowi.

Ramalan dari Rizal Ramli bukan menggunakan jurus simsalabim, melainkan prediksi yang didasarkan pada kebijakan pemerintah.

Prediksinya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal nyungsep di akhir tahun 2019.

Sembilan bulan lalu Rizal Ramli sudah memprediksi hal tersebut.

Tepatnya, saat mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menghadiri acara deklarasi alumni Perguruan Tinggi se-Sumsel pendukung 02 di Palembang pada tanggal 31 Maret 2019.

Saat memberi sambutan, Rizal dengan tegas mengkritik kebijakan tim ekonomi Jokowi yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kebijakan ekonomi makro yang diterapkan menteri berpredikat terbaik dunia itu salah arah, sehingga membuat ekonomi mentok di 5 persen dan cenderung nyungsep ke 4 persen.

Ekonomi sedang melambat, budget malah dipotong, pajak diuber, itu bikin ekonomi nambah nyungsep,” katanya.

Satu sisi, tidak ada gebrakan atau strategi baru dari menteri yang disebutnya sebagai menteri terbalik itu dalam mengubah kondisi.

Padahal saat itu, Jokowi perlu meyakinkan publik untuk menang di Pilpres 2019 melawan Prabowo Subianto, yang menjanjikan ekonomi tumbuh 8 persen dalam 100 hari.

Prabowo, menurutnya, berpikir revolusioner kala itu. Sebab, ketum Partai Gerindra mengupayakan sejumlah hal demi mencapai tujuan.

Mulai dari menurunkan tarif listrik, sehingga ibu-ibu dapat menghemat Rp 500-600 ribu per bulan, hingga rencana menurunkan harga sembako yang mampu menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp 50 ribu per hari atau sebulan Rp 1,5 juta.

Alih alih melakukan gebrakan sama, pemerintah justru menwarkan solusi konyol.

Jokowi meminta petani karet, sawit, dan kopra yang harganya anjlok beralih menanam jengkol dan pete.

Ini jelas sekali solusi pemerintah tidak cerdas,” tegas Rizal Ramli.

Kini, ramalan mantan Menko Kemaritiman itu seperti jadi nyata.

Sekuritas-sekuritas besar asing memproyeksikan bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh di bawah 5 persen pada tahun 2019, sesuai dengan prediksi Rizal Ramli.

JPMorgan Chase memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen pada tahun ini, sementara Deutsche Bank menaruh proyeksinya di level 4,8 persen. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds