Kedapatan Lagi "Wik Wik", Pemuda Ini Salahkan Hotel

Kota Tangerang  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 14:17:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Kedapatan Lagi

Razia pasangan bukan mukrim/AUL

RMOLBANTEN. Enam pasangan bukan mukhrim diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang di sejumlah hotel Melati di kawasan Neglasari dan Karawaci, Kota Tangerang, Senin (9/12) sore.

Para pasangan ini diduga berbuat wik-wik (mesum) siang-siang hari. Para pasangan bukan mukhrim itu tertunduk malu digiring ke Markas Satpol PP Kota Tangerang saat tengah berduaan dalam kamar hotel berbudget murah itu.

Satu pria yang tertangkap basah tengah wik wik (berbuat mesum),  AM (26), sempat ngeyel saat akan digiring ke Markas Satpol PP Kota Tangerang.

"Saya engga terima nih kaya gini, kalau emang engga boleh bawa pacar saya ke hotel, kenapa engga sosialisasi ke hotelnya," ujar AM kepada petugas.

Ia yang datang bersama sang pacar AI (22) itu juga sempat marah dan enggan dibawa ke Markas Satpol PP Kota Tangerang untuk dilakukan pendataan.

"Buktinya saya boleh pesen kamar di hotel itu, berarti kan itu salah hotelnya, bukan salah saya," kata AM.

Salah satu petugas pun lantas memberikan penjelasan, bahwa pihaknya telah kerap kali memberikan sosialisasi mengenai adanya Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Larangan Praktek Prostitusi di Kota Tangerang.

"Kami sudah sering kali melakukan sosialisasi kepada para hotel di Kota Tangerang akan adanya perda yang mengatur larangan praktek prostitusi, selain itu tindakan razia ini juga sebagai bentuk hukuman sosial kepada hotel," jelasnya.

AM pun terpaksa harus ikut ke Markas Satpol PP Kota Tangerang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Satpol PP Kota Tangerang, A. Gufron Falfeli mengatakan, pihaknya memang kerap kali mendapatkan protes hingga perlawanan keras dari para pelanggar Perda di lapangan.

Namun, hal tersebut tidak membuat pihaknya menghentikan operasi.

"Setiap kali kami beroperasi pasti didampingi oleh pihak kepolisian dan TNI, sehingga operasi tersebut memang sudah mengantisipasi akan adanya gesekan dengan pelanggar Perda," tuturnya.

Ia pun berharap, melalui berbagai razia yang dilakukan, ia berharap dapat memberikan efek jera kepada seluruh pihak baik pihak hotel maupun masyarakat luas.

"Razia ini juga sebagai shock therapy kepada pihak hotel dan masyarakat untuk tidak lagi mencoba untuk melanggar perda terutama berbuat asusila dan praktek prostitusi di kawasan Kota Tangerang," tegas Gufron. [dzk]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds