Duh, Kekerasan Anak Di Ibu Kota Banten Meningkat

Kota Serang  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 21:17:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Duh, Kekerasan Anak Di Ibu Kota Banten Meningkat

Toyalis/RAG

RMOLBANTEN. Angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di di Kota Seran sepanjang tahun 2019 meningkat drastis dari tahun sebelumnya.

Dari data DP3AKB Kota Serang, jumlah kasus anak dan perempuan yang ditangani mencapai 40 anak meningkat dari data tahun 2018 sebanyak 34.

"Jadi ada peningkatan dari tahun sebelumnya, baru masuk laporannya mungkin sudah capai 43 kasus," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Toyalis, Selasa (10/12).

Toyalis menyebut kekerasan dilakukan keluarga dan tetangga rumah tapi yang paling dominan memang dilakukan oleh tetangga korban.

"Ada anak sekolah, sisanya masyarakat lainnya seperti anak yang belum sekolah. Karena baru dievaluasi, sisanya ini apakah umur 18 atau apa yang jelas yang ditangani itu anak-anak," ujarnya.

Pemkot mengklaim mengurangi kekerasan terhadap anak di Kota Serang, sudah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"Jadi untuk penanggulangan itu, kita juga bikin Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), kita sudah roadshow keliling ke kecamatan ngasih tau ke masyarakat untuk jangan takut melapor," tuturnya.

Dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap anak, lanjut Toyalis, pihaknya sudah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) dan sudah tersebar di lima Pokmas, mudah-mudahan segera terbentuk di setiap kecamatan   

"Mungkin saja kejadian yang banyak tapi nggak melapor mudah-mudahan dengan Puspaga tadi juga ada pokmas masyarakat berani untuk melapor," drmikian Toyalis. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds