PILKADA PANDEGLANG 2020

Trah JB "Ngeper" Lawan Irna, Nabil Jayabaya Digantikan Jubir

Politik  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 22:01:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Trah JB

Agus Wisas gantikan Nabil Jayabaya/RAG

RMOLBANTEN. Pencalonan keluarga Mulyadi Jayabaya atau akrab disapa JB di di Pilkada Kabupaten Pandeglang masuk angin.

Nabil Jayabaya yang awal-awal ngotot untuk tarung lawan petahana Irna Narulita nampaknya ngeper (takut) di tengah jalan. Anak mantan penguasa Lebak dua periode ini tidak jadi dicalonkan.

Sebagai penggantinya juru bicaranya (Jubir), Agus Wisas, didorong untuk maju di Pilkada Pandeglang menggatikan Nabil Jayabaya.

Pencalonannya pun turun grade, hanya sebatas Wakil Bupati bukan sebagai Bupati Pandeglang seperti yang selama ini ramai menjadi sorotan.  

"Keseriusan Jayabaya dalam pemilihan Bupati Pandeglang dibuktikan dengan hadirnya saya di sini (Gerindra)," kata Agus Wisas usai melakukan wawancara di Partai Gerindra Banten, Selasa (10/12).

Menurut Agus, perlu disampaikan memang pada awalnya Pak Nabil yang didorong untuk maju pada kontestasi pilkada Pandeglang 2020 nanti.  

"Namun dengan berbagai pertimbangan Pak Jayabaya memutuskan untuk saya yang maju. Nah tentu perubahan ini atas banyak masukan dari tokoh tokoh masyarakat sehingga Pak Nabil tidak maju di Pandeglang," ujarnya.

Dirinya pun membantah apa yang selama ini dilakukan dalam manuver politik bukan gertak sambel belaka, menurutnya datanya keluarga Jayabaya di Pandeglang karena banyak tokoh yang datang meminta perubahan.

"Karena spontan kita harus mendaftarkan nama, nah nama Nabil muncul dan mendaftar  pertama ke PDIP terus ke Nasdem kemudian partai-partai lain. Seiring dengan itu banyak juga yang datang meminta jangan Nabil," ucapnya.

"Ya udah juru bicaranya saja, loh kok saya, kemudian tokoh-tokoh itu bilang ya sudah pak haji Agus Wisas saja yang maju toh sama dari keluarga JB juga. Kemudian saya konsultasi jawaban pak JB yah sudah," sambungnya.

Walaupun maju sebagai wakil Bupati tetapi koalisi yang dibangun tetap sama yakni koalisi perubahan untuk Kabupaten Pandeglang bukan berkoalisi dengan orang tidak mau membangun infrastruktur.

"Kita tidak daftar di PKS kita tidak daftar di partai yang punya kecenderungan di incumbent. Kami tidak mau berkoalisi dengan orang yang tidak mau membangun,  infrastrukturnya buruk, pelayanan kesehatan yang buruk dan tidak memiliki empati," ujarnya.

Agus Wisas menyampaikan beberapa hal yang sangat prinsip yang pertama ingin ada perubahan di Pandeglang dengan atau tanpa Jayabaya.

"Kami ingin perubahan di Pandeglang kemudian ada masyarakat yang mendorong itu namun kemudian jika koalisi perubahan tidak mendaftarkan nama dari keluarga Jayabaya ke KPU kami akan tetap di koalisi perubahan. Siapapun yang melakukan perubahan kita akan dukung," ujar Agus Wisas. [obi]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds