Polisi Pukul Mahasiswa Saat Demo, Mahfud MD: Itu Tidak Langgar HAM

Politik  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 22:34:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Polisi Pukul Mahasiswa Saat Demo, Mahfud MD: Itu Tidak Langgar HAM

Menko Polhukam, Mahfud MD/Net

RMOLBANTEN. Aksi main pukul polisi kepada massa aksi demonstrasi yang menolak hasil pemilu 22-23 Mei atau menolak revisi UU KPK di DPR-MPR adalah tidak melanggar HAM.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

"Kalau Polisi mukulin mahasiswa kan kalau sedang demo itu bukan pelanggaran HAM," katanya.

Mahfud punya alasan sendiri, karena massa aksi demonstran melakukan aksi anarkis, sehingga mereaksi aparat Kepolisian untuk bertindak.

"Wong yang demo menganiaya polisi juga banyak, yang demo 22 (Mei) aksi itu 200 polisi luka-luka, ada yang patah, itu namanya bukan terstruktur dan tidak sistematis? Mari kita objektif," ucap Mahfud.

Kasus Papua pun kata Mahfud, juga tidak masuk ke dalam pelanggaran HAM.

"Papua kerusuhan, karena antar rakyat, aparat turun tangan maka dipilah yang rakyat jadi korban ke pinggir, yang perusuh diburu," sebutnya.

Paradigma berfikir yang berbeda ini, disebut Mahfud MD sebagai sebuah kebenaran.
Mahfud mengklaim rezim Presiden Joko Widodo sudah tidak lagi melanggar HAM.

"Sejak era reformasi sesudah kita menjatuhkan pemerintahan orde baru itu, perlindungan hak asasi itu harus diakui semakin baik," ucapnya.

"Kalau zaman orde baru ada itu dom resmi, ada perintah, sana operasi sikat! Sekarang enggak ada," demikian Mahfud. [dzk]



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds