Dewan Banten Dorong Satgas Mafia Tenaga Kerja Segera Terbentuk

Parlemen  RABU, 11 DESEMBER 2019 , 03:39:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Dewan Banten Dorong Satgas Mafia Tenaga Kerja Segera Terbentuk

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Persoalan mafia tenaga kerja yang ada di Banten sudah selayaknya ditangani dengan serius Pemprov Banten.

Selain itu, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menobatkan Banten sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang tinggi harus segera ditindaklanjuti dan dicarikan jalan keluarnya.

Demikian disampaikan Ketua Komisi V DPRD Banten, M Nizar, usai Rapat dengan Disnakertrans Banten, Selasa (10/12).

"Terkait dengan banyak bergulirnya isu mafia tenaga kerja maka kemudian teman-teman menyampaikan pentingnya Disnakertrans merespon ini segera. Tadi kepala dinas (Al Hamidi) akan menyampaikan ke Biro Hukum untuk membentuk Satgas Mafia Tenaga Kerja yang akan diusulkan ke gubernur. Karena, harus melalui surat keputusan gubernur,” terang Nizar.

Adanya Satgas Mafia Tenaga Kerja, kata Nizar, bisa menjacdi cambuk penindakan terhadap praktik percaloan yangsemakin tegas.

"Kami harap tim ini bisa dibentuk sehingga kita bisa melakukan tindakan di lapangan. Kalau tim ini ada maka bisa dilakukan tindakan terhadap mafia tenaga kerja,” tegasnya.

Nizar, menyarankan pemprov bisa berinovasi dalam pengentasan pengangguran selain memberantas percaloan tenaga kerja.

Misalnya dengan menggali potensi 16.000 industri yang ada di Banten untuk warga lokal.

"Rekomendasi berikutnya terkait pembelaan terhadap warga lokal, bukan kita ingin premordial tapi ini penting untuk membela warga kita sendiri," katanya.

"Jangan sampai industri besar ternyata pekerjanya banyak dari transferan daerah lain sehingga warga lokal terpinggirkan,” demikan M Nizar. [dzk]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds