PILKADA 2020

Gagalkan Kekuasaan Dinasti Politik, Hensat Urai Dua Cara

Politik  MINGGU, 15 DESEMBER 2019 , 11:36:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Gagalkan Kekuasaan Dinasti Politik, Hensat Urai Dua Cara

Hendri satrio/Net

RMOLBANTEN. Pada dasarnya dinasti politik tidak dilarang berkembang di Indonesia. Dinasti lahir dalam ruang demokrasi.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, dalam akun Twitter pribadinnya, Minggu (25/12).

Diketahui, anak sulung Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka tengah mempersiapkan diri untuk maju dalam Pilkada Kota Surakarta 2020.

Rencana Gibran berlaga dinilai sebagai cara Presiden Joko Widodo mulai menancapkan dinasti politik. Sebab seiring Gibran maju di Solo, menantu Jokowi, Bobby Nasution juga melakukan hal serupa di Pilkada Kota Medan 2020.

"Dalam demokrasi, dinasti politik tidak dilarang,” ujar Hensat biasa diapa akun Twitter.

Hensat mengurai bahwa ada dua cara agar dinasti politik tidak berkembang di tanah air.
Pertama, mengandalkan para pejabat negara yang sedang berkuasa.

"Pejabat yang sedang berkuasa bisa larang kerabatnya untuk tidak mencalonkan diri,” urai Hensat, sapaan akrab pendiri lembaga survei Kedaikopi itu.

Cara yang kedua, ada di tangan rakyat. Rakyat harus melek dan jangan sampai mengamini dinasti politik berdiri.

"Kedua, digagalkan rakyat, tidak dipilih rakyat,” demikian Hensat. [dzk] 

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds