Tersangka Penyerangan Novel Baswedan Pertaruhan Buat Polri

Hukum  MINGGU, 29 DESEMBER 2019 , 00:05:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Tersangka Penyerangan Novel Baswedan Pertaruhan Buat Polri

Tersanka penyiraman air keras/RMOLID

RMOLBANTEN. Terungkapnya dua orang polisi aktif sebagai tersangka penyiraman air keras ke Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah menuju titik terang.

Walau begitu, pengungkapan tersebut pun membuat kaget sebagian pihak lantaran tersangka berasal dari lembaga penegak hukum.

Hal itu dirasakan peneliti di Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gajah Mada (UGM), Hifdzil Alim, Sabtu (28/12).

"Sulit dipercaya. Mungkin benar pernyataan 'tempat teraman pelaku kejahatan adalah di tempat yang ramai'. Publik akan pasang tanda tanya besar jika benar polisi aktif adalah pelakunya," terangnya dikutip dari Kantor Berita RMOLNetwork.

Direktur HICON Law & Policy Strategic ini merasakan ada keganjilan.

Hifdzil mengaku merasa aneh jika kedua polisi yang ditangkap merupakan pelaku lapangan yang sebenarnya.

Sebab, selama 2,5 tahun perjalanan proses hukum Novel, Kepolisian RI menunjukan sikap yang cendrung diam.

"Apakah polisi aktif itu tetap bertugas? Apakah begitu rapatnya sampai tidak terendus? Mereka bertugas di mana? Bagaimana intel Polri bekerja? Apakah ada main mata?" sebut Hifdzil dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin keluar dari benak masyarakat.

Beragam pertanyaan tersebut, ia pun khawatir kasus ini berbalik menjadi bumerang bagi korps Bhayangkara jika tak selesai dengan tuntas.

"Ini pertaruhan besar bagi Polri. Jika motif gagal diungkap dan ternyata hanya berhenti di dua terduga tersebut, maka kasus Novel bisa jadi bumerang bagi Polri. Tentu ini sangat sensitif," demikian Hfdzil. [dzk] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

Plt Ketua JMSI Banten Serahkan Piagam Keterbukaan Publik

The ads will close in 10 Seconds