Setahun Pasca Tsunami, Kunjungan Wisata Ke Anyer Dan Labuan Masih Sepi

Pariwisata & Budaya  SELASA, 31 DESEMBER 2019 , 00:12:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Setahun Pasca Tsunami, Kunjungan Wisata Ke Anyer Dan Labuan Masih Sepi

Anggota DPD RI, Abdi Sumaithi/RUS

RMOLBANTEN. Sudah satu tahun, tingkat kunjungan wisata ke daerah wisata Anyer dan Labuan pasca Tsunami menerjang Selat Sunda masih belum mengalami peningkatan.

Untuk itu, Pemprov Banten berharap pemerintah pusat ikut membantu membuat program khusus.

Demikian terungkap dalam reses anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdi Sumiathi dengan Wakil Gubernur Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (30/12).
 
Diketahui, pada 22 Desember 2018 lalu, Pantai Selatan di Banten diterjang Gelombang Tsunami dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Akibat bencana tersebut ratusan jiwa meninggal dunia dan ribuan rumah mengalami kerusakan.
 
Anggota Komite III DPD RI, Abdi Sumaithi menjelaskan, kegiatan reses merupakan bagian dari kegiatan DPD RI dalam menyerap aspirasi daerah, khususnya terkait masalah pariwisata, pendidikan, kebudayaan, sosial dan kesehatan.

"Misalanya dalam hal pariwisata, yang merupakan konsen Komite III. Tadi dapat informasi ada beberapa program dari permpov dalam meningkatan potensi pariwisata di Banten. Namun, program-program itu perlu keterlibatan pusat. Dan DPD melalui Komite III akan menindaklanjuti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi fokus utama adalah efek psikologis dari bencana tsunami Sekat Sunda.

"Saya dapat informasi sampai sekarang katanya kunjungan baru 20 persenana. Oleh karena itu diperlukan langkah positif dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar ikut membantu membangkitkan pariwisata di Banten. Salah satunya membuat even-even di kawasan wisata pantai.

"Jadi nanti tercitrakan bahwa tidak ada masalah lagi. Dan diharapkan masyarakat juga tidak merasa takut untuk berkunjung ke daerah pantai. Apalagi barusan saya dengar muncul isu wapada Gunung Anak Krakatau (GAK), dan itu semakin memberikan hambatan psikologis wisatawan untuk datang,” jelasnya.

"Dan Alhamdulillah saya berterimakasih dapat banyak informasi yang kami perlukan sebagai anggoat DPD RI. Kemudian beberapa hal yang bisa ditindak lanjuti itu insya Allah akan ditindak lanjuti,” sambungnya.

Dalam bidang pendidikan, menurut Abdi, piahknya saat ini tengah berupaya menjembatani apa yang menjadi kebijakan pusat agar tidak menyulitkan pemerintah daerah.

"Misalnya tentang sistem zonasi. Itu kan sedikit banyak merumitkan ini juga akan coba bicarakan dengan pusat,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, pihaknya telah memaparkan capaian pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemprov Banten.

"Tadi kita sudah berdiskusi, dan saya juga sudah memaparkan kalaedoskop apa yang telah dicapai oleh perovinsi dari mulai pelayanan publik. Dan kita juga banyak bediskusi terkait pariwisata,” katanya.

Potensi wisata di Banten cukup besar. Hanya saja, Andika menilai, pasca tsunami yang menerjang Banten pada akhir Desember 2018 masih memberikan dampak siginifikan bagi pelaku usaha di kawasan wisata pantai.

"Melihat momen libur panjang ini okupansi wisatawan hanya 20 persen. Oleh karena itu saya berharap ke DPD untuk dapat mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) utnuk membuat program khusus di Banten, khsusunya di wilayah yang terdampak tsunami,” jelasnya

Terkait pendidikan, Andika mengaku, hal tersebut juga menjadi bahan diskusi. Dirinya menyampaikan jika Pemprov Banten mempunyai program pendidikan gratis yang digulirkan sejak 2017 lalu.

"Kalau soal zonasi itu domainnya Kementerian. Tapi aspirasi ini juga kita sampaikan. Dan kita juga sudah berupaya membangun sekolah negeri di setiap kecamatan," ujarnya.

"Jangan sampai sekolah gratis tapi sekolahnya jauh. Dan InsyaAllah di 2020 nanti kalau saya lihat di program Dindik itu sudah terpenuhi semua,” demikian Andika. [dzk] 


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Rapid Test BIN Di Tangsel

Rapid Test BIN Di Tangsel

KAMIS, 14 MEI 2020 , 13:06:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds