Direktur IPO: Indonesia Belum Layak Laksanakan Pemilu Langsung

Politik  KAMIS, 02 JANUARI 2020 , 10:45:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Direktur IPO: Indonesia Belum Layak Laksanakan Pemilu Langsung

Dedi Kurnia Syah/RMOLJabar

RMOLBANTEN. Wacana pemilihan presiden tidak langsung atau melalui MPR kembali digulirkan belum lama ini. Padahal jika menilik sedikit ke belakang, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 kultur politik di Indonesia dinilai belum dewasa.
 
Pelaksanaan pemilu saat itu dinilai hanya sebatas memperjuangkan kontestasi politik semata, bukan untuk membela kepentingan rakyat. Sehingga, sampai saat ini Indonesia belum layak untuk menerapkan sistem pemilihan tidak langsung.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Telkom yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (1/1).

"Negara dengan tingkat kepercayaan publik rendah, layak adakan pemilu langsung. iIndonesia sejauh ini (masuk) kategori tersebut," ujar Dedi.

Adapun hal yang menandai kepercayaan publik bisa dilihat dari indeks layanan negara kepada publik.

"Seperti penegakan hukum yang tidak kuat, dan tentu kesejahteraan yang tertinggal," tandasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

Plt Ketua JMSI Banten Serahkan Piagam Keterbukaan Publik

The ads will close in 10 Seconds