WH Instruksikan Jajaran Lakukan Operasi Tambang Emas Ilegal

Keamanan  SENIN, 13 JANUARI 2020 , 21:38:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

WH Instruksikan Jajaran Lakukan Operasi Tambang Emas Ilegal

Wahidin Halim/Repro

RMOLBANTEN. Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memerintahkan jajaranya untuk segera melakukan tindakan tegas atas kegiatan warga yang melakukan penambangan liar di Lebak.
 
Tak tanggung-tanggung  WH membentuk tim yang terdiri dari tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yakni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Perondustrian dan Perdagangan (Disperindag).
 
Tim dari pemprov itu bertugas melakukan operasi dan inventarisasi di lokasi tambang emas ilegal, bekerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda).
    
"Penambangan mungkin bukan satu-satunya penyebab banjir. Tapi kalau memang terbukti mengakibatkan kemudaharatan orang banyak, pendekatannya bukan lagi sosial tapi hukum. Kalau dalam kacamatan hukum melanggar ya dihukum," terang WH.

"Jadi jangan nanti terlampau banyak perdebatan aspek sosial dan ekonomi. Kalau itu penyebab satu-satunya yaudah sikat aja," kata WH saat memimpin rapat dengan seluruh Kepala dan Sekretaris OPD di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang pada Senin (13/1).

WH juga menginstruksikan Dinas LHK untuk melakukan survei dan menginventarisasi kandungan bahan kimia khususnya Mercuri yang menjadi bahan utama pengolah hasil tambang emas.
Berdasarkan laporan dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHK), hasil perkebunan, pertanian dan perikanan wilayah tersebut sudah terkontaminasi bahan kimia berbahaya yang digunakan pengolah tambang emas. Sehingga akan membahayakan masyarakat secara jangka panjang.

"Yang paling bahaya itu kan soal Mercurinya berarti meracuni kecuali punya sistem sterilisasi yang baik. Karena berakibat kerusakan lingkungan dan kematian, oleh karenanya LH ambil sampel dari hulu sampai hilir sejauh mana kontaminasinya. Kalau terbukti ya sudah dihukum. Harus tegas, dalam keadaan mengkhawatirkan LH harus buktikan dengan hasil survei. Segera lakukan penelitian LH dan ESDM, invetarisasi, dan segera buat laporan dari hasil inventarisasinya," ujar WH.

WH juga memerintahkan Disperindag untuk mengecek peredaran penjualan bahan kimia Mercuri mulai dari pemasok hingga toko-toko yang mengedarkan. Terlebih, jika penjualan bahan kimia tersebut berstatus ilegal atau tidak berijin.

"Kalau presiden perintahnya begitu, laksanakan. Kalau kita beralibi dengan cara berfikir sosial ekonomi ya susah. Jadi laksanakan operasi, inventarisasi, turun dan hukum gurandilnya. Itu tanah negara harus ada ijin, nggak ada kompromi,"tegasnya.

Kepala Dinas LHK Banten M Husni Hasan mengungkapkan, pihaknya telah bekerjasama dengan Polda Banten untuk menindaklanjuti kegiatan penambangan pasir ilegal di Kabupaten Lebak.
Berdasarkan laporan terakhir, Polda telah memasang police line di kawasan penambangan emas ilegal dan terus melakukan pemantauan lokasi setiap harinya.

"Kami terus berkoordinasi aktif dengan Polda, karena memang untuk tindakan hukumnya oleh Polda,"jelasnya

Kepala Dinas ESDM Banten Eko Palmadi menjelaskan, pekan lalu pihaknya telah diminta Polda Banten menjadi saksi ahli terkait 4 lokasi pengolahan tambang emas di Lebak Gedong yang sudah masuk ke dalam BAP Polda.

"Pengolahan hasil tambang emas sebenarnya bukan milik masyarakat, tetapi orang kota yang mempunyai keahilan dan bisnis mengolah emas dari Gunung Halimun. Metodenya, sebagian menggunakan Mercuri, sebagian menggunakan Sianida. Dibanding dengan Sianida, Mercruri lebih berbahaya bagi masyarakat karena tidak mudah menguap ketika terbawa air atau mengalir ke pertanian," papar Eko.

Kepala Disperindag Banten Babar Suharso menambahkan, berdasarkan hasil pantauannya, terdapat 2 toko di Kabupaten Lebak yang menjual Mercuri, namun sebagian juga memperolehnya dari Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

"Selain bekerjasama dengan aparat hukum setempat dalam penegakannya, juga bekerjasama dengan Polda Jawa Barat sebagai upaya preventif," demikian Babar. [dzk]





 

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds