Pembeli Menjerit Harga Cabai Di Tangsel Terus Naik, Duh Walikota...!

Ekbis  SELASA, 14 JANUARI 2020 , 16:21:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Pembeli Menjerit Harga Cabai Di Tangsel Terus Naik, Duh Walikota...!

Foto: LAN

RMOLBANTEN. Dua pekan pasca pergantian tahun, harga kebutuhan pokok di Tangerang Selatan mengalami lonjakan yang tajam. Walikota Airin Rachmi Diany dan wakilnya Benyamin Davnie pun disorot.

Seperti pantauan Kantor Berita RMOL Banten di Pasar Serpong, dimana harga cabai membuat pedagang dan pembeli menjerit, karena lonjakan harga.

Terlebih, aplikasi Pantau Harga Pasar (Pagar) yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tidak bisa diakses untuk meninjau harga kebutuhan pokok.

Harga cabai kriting mengalami kenaikan harga yang sangat drastis, dimana sebelumnya harga cabai kriting Rp 40 ribu per kilo menjadi Rp 70 ribu per kilo.

Sedangkan, cabai rawit yang sebelumnya di jual Rp 60 ribu per kilo menjadi Rp 80 ribu per kilo. Tak hanya cabai saja yang mengalami kenaikan harga.

Kentang yang semula Rp 14 ribu per kilo, naik Rp 16 per kilo. Pun, begitu juga dengan bawang putih yang semula Rp 30 ribu per kilo menjadi Rp 40 ribu per kilo.

Bawang bombay semula Rp 25 ribu per kilo menjadi Rp 30 per kilo. Hanya bawang merah yang mengalami penurunan harga semula Rp 40 ribu per kilo turun menjadi Rp 30 ribu per kilo.

Salah seorang pedagang Rendi (25), menjelaskan, kenaikan harga cabai ada kemungkinan terjadi permainan dari induk.

"Permainan dari induk, sengaja ngirimnya diperlambat. Pas stok cabai sudah habis baru dikirim itu yang bikin harga naik," ujar Rendi di Pasar Serpong, Selasa (14/1).

Rendi juga menerangkan, banyak pembeli yang biasanya membeli cabai diharga normal saat datang ke pasar kaget adanya kenaikan harga cabai yang begitu drastis.

"Banyak yang kaget pas beli. Biasanya kan beli harganya normal, sekarang naiknya parah," imbuhnya.

Bahkan, untuk omset yang didapatkannya sejak kenaikan harga cabai sangat berpengaruh besar.

"Omset juga ngaruh bang, biasanya dapat Rp 4 juta itu lebihnya banyak. Kalau sekarang lebihnya enggak ada, habis buat belanja lagi," tutur Rendi.

Sementara pedagang lainnya, Bubun (34) mengatakan, harga cabai sebelum tahun baru menyentuh angka Rp 100 per kilo.

"Ini sudah turun bang, sebelum tahun baru harga cabai rawit Rp 100 ribu per kilo," kata Bubun.

Salah seorang pembeli, Ati (42) yang juga mempunyai usaha kuliner mengaku terkejut dengan kenaikan harga cabai terhitung sudah dua pekan.

"Ya mau gimana lagi mas, saya juga butuh kan buat usaha saya. Mau enggak mau saya beli, kalau enggak begini usaha saya tutup dong," ungkap Ati. [dzk]



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds