Rawan Bencana, BMKG Teliti Sensivitas Tanah Di Kota Serang

Kota Serang  SELASA, 14 JANUARI 2020 , 18:33:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Rawan Bencana, BMKG Teliti Sensivitas Tanah Di Kota Serang

Suwardi/RAG

RMOLBANTEN. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan akan berlangsung dari bulan Januari hingga Februari, hal ini membuat kawasan di perbukitan menjadi rawan longsor termasuk di Kota Serang.

Guna mendeteksi dini akan bencana, BMKG akan melakukan penelitian kondisi tanah di Kota Serang. Hal itu dilakukan karena Kota Serang masuk daerah rawan bencana di Indonesia pada 2020.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Stasiun Geofisika (Stageof) Tangerang Suwardi usai melakukan pertemuan dengan Walikota Serang Syafrudin, di Ruang Kerjanya, di Puspemkot Serang, KSB, Kota Serang, Selasa (14/1).

Suwardi mengatakan, penelitian itu bertujuan untuk mengukur sensitivitas di Kota Serang. Kemudian, dari hasil analisa akan dilaporkan oleh pihaknya kepada Pemkot Serang.

Dalam melakukan penelitian itu, BMKG akan memasang alat deteksi gempa, untuk mengukur kondisi tanah di Kota Serang.

"Kalau Klimatologisnya. Ya saat ini sudah masuk musim penghujan, apabila intensitasnya tinggi maka yang harus diwaspadai terjadinya banjir, dan tanah longsor di daerah perbukitan," katanya.

Sementara itu, kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, terkait adanya lahan kritis di Taktakan, Kota Serang. Pihaknya sudah melakukan mitigasi non struktural yang menjadi kewenangannya.

"Mitigasi kan ada dua jenis ada mitigasi struktural ada non struktural, Kita lakukan non struktural, seperti sosialisasi, imbauan bahkan sosialisasi kita sampai tingkat dini sampai anak-anak sekolah. Kalau mitigasi struktural bukan dikami, karena berhubungan dengan fisik," katanya.

Ia membenarkan wilayah Kecamatan Taktakan merupakan wilayah rawan longsor atau pergerakan tanah. Dari delapan jenis kebencanaan, ujar dia, terdapat lima jenis kebencanaan, mulai dari kekeringan, banjir, pergerakan tanah/longsor, gempa, cuaca ekstrim atau angin puting beliung.

"Kalau sisanya seperti gunung meletus atau akibat kejadian industri itu tidak berpotensi di Kota Serang, tapi jika terjadi itu Kota Serang akan terdampak," ucap dia.

Sementara Walikota Serang Syafrudin mengemukakan, penelitian itu bertujuan untuk melihat kondisi tanah yang ada di Kota Serang. Sebab menurut BMKG, Kota Serang masuk zonasi daerah yang rawan bencana.

"Tahun kemarin di Kota Serang ini ada kejadian bencana longsor di daerah Taktakan. Dalam hal ini tentunya kami menyambut baik apa yang akan dilakukan BMKG," katanya.

Syafrudin memandang, hasil penelitian yang dilakukan, nantinya akan sangat bermanfaat untuk referensi pembangunan Kota Serang.

"Jangan sampai daerah yang rawan bencana kemudian kita bangun," ungkapnya.

Ia berharap, Kota Serang akan terbebas dari bencana banjir dan longsor. Kondisi di Ibu Kota Provinsi Banten ini pun diharapkan akan tetap seperti diawal tahun. Sebab, beberapa titik yang biasanya rawan banjir, saat ini tidak terjadi.

"Selain longsor memang kota Serang, khususnya di Kasemen sebagai daerah pantai, itu rawan banjir rob dan pergeseran tanah," ungkapnya. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds