Banten Diklaim Bebas Penyakit Hewan Brucellosis

Kesehatan  JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 20:42:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Banten Diklaim Bebas Penyakit Hewan Brucellosis

Agus M. Tauhid/RUS

RMOLBANTEN. Provinsi Banten dinyatakan sudah terbebas dari penyakit hewan keluron menular  atau brucellosis pada Sapi, berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Pertanian pada akhir 2019 .

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid mengatakan, penetapan Provinsi Banten sudah terbebas dari penyakit brucellosis tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pertanian No 439 /KPTS/PK.230/M/7/ 2019 tentang Provinsi Banten bebas dari penyakit hewan keluron menular (brucellosis) pada sapi.

"Rencana tindak lanjut :kita saat ini mengenali dan merencanakan tindakan pencegahan resiko penularan penyakit brucellosis dari luar wilayah provinsi Banten atau melakukan mitigasi resiko," katanya, Jumat (17/1).

Ia menjelaskan, zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia menjadi prioritas pengendalian baik oleh pemerintah pusat maupun daerah termasuk Banten. Provinsi Banten memiliki Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 6 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan lalulintas hewan dan produk hewan.

"Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh brucellosis sangat besar, walaupun tingkat kematiannya kecil," ungkap Agus didampingi  dokter hewan (drh) Ari Mardiana dari bidang Keswan dan Kesmavet Distan Banten.

Menurutnya, kerugian dari akibat penyakit brucellosis dapat berupa keluron, anak hewan yang dilahirkan lemah kemudian mati, terjadinya gangguan alat-alat reproduksi yang mengakibatkan kemajiran (mandul) temporer atau permanen.

"Kerugian karena penyakit ini pada sapi perah berupa turunnya produksi air susu," imbuhnya.

Dengan bebasnya Banten dari penyalit tersebut, kata Agus, bisa mendukung tercapainya swasembada daging secara nasional, mendukung dan menyukseskan program pembebasan brucellosis secara nasional tahun 2025.

Menurutnya, usaha ternak sapi di Provinsi Banten merupakan usaha yang sangat besar perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak, walaupun skala usahanya masih skala kecil.

Adapun sistem pemeliharaan yang dilaksanakan peternak adalah pola intensif, semi intensif dan ekstensif. Sistem perkawinan yang dilakukan peternak sapi dan kerbau di Provinsi Banten melalui perkawinan alam di padang penggembalaan dan secara inseminasi buatan.

"Sapi potong di Banten ada sekitar 65.226 ekor, kerbau 100.275 ekor, kambing 801.105 ekor dan domba 686.554  ekor," jelasnya.

Adapun kelebihan daerah bebas brucellosis, kata dia, efisensi anggaran di daerah pembrantasan brucellosis mencakup pengawasan, vaksinasi dan kompensasi. Kemudian menjadi wilayah sumber bibit dibuktikan dengan SK mentan untuk persyaratan sumber bibit dan swasembada protein hewani terwujud.

"Juga mengurangi kerugian ekonomi oleh peternak dan meningkatkan pendapatan peternak seperti kasus abortus akibat brucellosis dan mencegah penyakit zoonosis pada manusia akibat penyakit brucellosis," tandas Ari. [ars]

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds