Sikap Tegas Natuna, Presiden PKS: Bukan Berarti Ngajak Perang

Politik  SENIN, 20 JANUARI 2020 , 20:33:00 WIB | LAPORAN: ROBI

Sikap Tegas Natuna, Presiden PKS: Bukan Berarti Ngajak Perang

Presiden PKS Sohibul Iman/Net

RMOLBANTEN. Tuntutan rakyat terhadap pemerintah untuk tegas soal Natuna bukan dimaksudkan mengajak perang.

Begitu ditegaskan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam acara 'Ngopi Bareng Presiden PKS' dengan tema "Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan" di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Senin (20/1).

"Yang diinginkan rakyat Indonesia termasuk juga oleh PKS jangan kemudian ditafsirkan terlalu jauh seolah tuntutan pemerintah untuk tegas itu ngajak perang. Dalam kamusnya bersikap tegas equal dengan ngajak perang itu penafsiran yang childish," ujar Sohibul.

Sohibul menjelaskan bahwa tegas tidak berarti harus berperang, namun tegas disini adalah pemerintah diminta untuk mengambil sikap serta respons yang proporsional.

"Ketika itu sebuah pelanggaran katakan itu sebuah pelanggaran. Tidak usah dibungkus dengan eufemisme dia adalah kawan. Ini yang kita tuntut, kita harapkan," ujar Sohibul.

Lanjut Sohibul, eufemisme akan memunculkan presepsi dari bangsa lain betapa kita ini sangat lemah dan didominasi oleh bangsa-bangsa lain.

PKS berpegang pada adagium 'seribu kawan tidak cukup satu lawan kebanyakan' namun pemerintah tetap harus punya sikap terhadap kawan yang melakukan pelanggaran itu.

"Masalahnya ketika diantara seribu kawan ini ada satu kawan yang melakukan pelanggaran terhadap tata krama pergaulan internasional, tentu kita harus punya sikap terhadap pelanggaran yang dilakukan," demikian Sohibul. [dzk] 

Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati
Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

The ads will close in 10 Seconds