Polisi Buru Oknum Leasing Perampas Sepeda Motor Ojol Di Serpong

Hukum  SELASA, 21 JANUARI 2020 , 19:37:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Polisi Buru Oknum Leasing Perampas Sepeda Motor Ojol Di Serpong

Kompol Stephanus Luckyto/LAN

RMOLBANTEN. Polsek Serpong terus memburu 10 oknum pelaku perampasan sepeda motor milik driver ojek online (ojol), Chris Wiliam Samosir (21).

Chris dicegat oleh 10 oknum leasing tersebut pada (7/1) di wilayah Serpong Utara. Saat itu, Chris ditunjukan SMS maupun surat.

Karena merasa curiga, Chris kemudian menelpon pihak leasing guna menayakan surat tersebut. Dan, leasing mengatakan bahwa surat tersebut palsu.

Dijelaskan Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak leasing guna menanyakan perampasan motor tersebut dan sudah menemukan titik terang.

"Sudah ada perkembangan yang cukup signifikan. Kami sudah koordinasi dengan teman teman leasing. Tapi sampai saat ini masih proses lidik," jelas Luckyto, Selasa (21/1).

Diketahui motor driver ojol tersebut dirampas karena telah menunggak pembayaran motor selama dua bulan. Namun, Polsek Serpong terus menyelidiki siapa yang berkuasa dalam penarikan motor.

"Memang saat itu tunggakan motor korban itu harusnya ada proses penarikan. Tapi siapakah pihak yang diberikan kuasa dalam penarikan, itu kita telusuri karena berjenjang. Semoga dalam minggu ini (pelaku tertangkap)," ungkapnya.

Karena menurut Luckyto, motor yang dirampas 10 oknum yang mengaku dari pihak leasing belum sampai ke gudang leasing terkait.

"Pihak leasing juga belum tahu persis. Karena berdasarkan informasi motor itu belum sampai ke leasing setelah diamankan oleh orang itu. Jadi belum terdata di leasing kalau motor itu masuk ke gudang," terang Luckyto.

Ia menduga, motor hasil dari perampasan terhadap driver ojol hingga kini masih di kuasai oleh 10 orang tersebut.

"Mungkin masiih di pendam sama orang itu. Makannya kita mau pastikan dulu, karena pihak leasing sudah benarkan mendelegasikan ke pihak tertentu (dalam penarikan motor)," paparnya.

Sebelumnya, Luckyto mengimbau kepada masyarakat apabila menumui debt collector dan ingin mengambil motor bisa melakukan pembelaan.

"Saya meminta kepada masyarakat jika menghadapi situasi dan kondisi seperti itu. Jangan mau mengalah dengan debt collector tersebut yang ingin mengambil kendaraan," kata Luckyto saat dihubungi, Kamis (9/1).

Bahkan jika situasinya terdesak, pengendara bisa berteriak untuk meminta tolong kepada warga sekitar.

"Jadi berteriak meminta tokong itu bisa banget. Itu kan salah satu membela diri dari rampok maling berteriak itu tidak masalah," jelasnya.

Lanjut Luckyto, pemberhentian dan pengambilan motor oleh debt collector secara paksa kepada pemilik kendaraan yang mengalami kredit macet ditengah jalan tidak dibenarkan. [ars]



Komentar Pembaca
Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

Pos Terpadu Covid-19

Pos Terpadu Covid-19

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 , 16:08:00

Sabu Di Blender

Sabu Di Blender

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 , 13:16:00

The ads will close in 10 Seconds