Wangsit Pilkada

KATA BUNG JOKER  JUM'AT, 24 JANUARI 2020 , 02:33:00 WIB | OLEH: DEDE ZAKI MUBAROK

Wangsit Pilkada

Bung Joker/IST

RMOLBANTEN. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 sudah dekat. Bulan-bulan ini sampai September akan menjadi perhatian luas masyarakat.

Banyak isu diperbincangankan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya atau istlah sekarang jagadnet. Terselip perbincangan itu, ada wangsit juga dinasti.

Sebagai latar, ada 270 daerah yang mengelar Pilkada Serentak tahun ini. Rinciannya 9 pemlihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan walikota.

Dibanding Pilkada Serentak tahun 2018 dengan jumlah daerah 171, Pilkada kali ini dipastikan ramai, berisik dan menguras tenaga tentunya.

Semoga saja aman dan tentram, terutama petugas KPPS terjaga kesehatan dan kebugarannya. Sudah cukup tragedi Pilpres yang memakan ratusan petugas meninggal dunia.

Rapat bersama Komisi II DPR RI dengan KPU RI,menyepakati tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2020 jatuh pada tanggal 23 September 2020. Bulan yang istimewa

Seyogyanya Pilkada menjadi ajang pertarungan sehat antar kandidat. Namun realitas kerap tidak seindah teori.

Praktek borong partai kerap terjadi.

Politik Dinasti

Politik Dinasti kerap terjadi di perhelatan politik. Bahkan politk dinasti ini bisa 'kuadrat' karena suami, istri, anak bahkan saudara jauh mencalonkan dengan daerah berbeda.

Itu tidak salah karena namanya juga demokrasi, siapa yang berduit dia yang paling tinggi peluangnya untuk dicalonkan.  Modal biaya politik besar, cukup orang berduit saja yang maju.

Buat pemula dan pas-pasan lagi, hati-hati, maksa nyalon terus gagal. Bisa jadi kewarasannya akan hilang alias gila.

Politik dinasti dinegasikan sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga.

Dinasti indentik dengan kerajaan. Sebab kekuasaan akan diwariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak.

Kepala-kepala daerah yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi bukti politik dinasti lebih mengedepankan hegemoni kekuasaan dan kekayaan.

Cilakanya, pengadilpun bisa tergoda dengan tumpukan uang yang bisa menghilangkan akal sehat. Kejadian yang menjerat Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan(WSE) yang telah dipecat DKPP akibat dugaan suap terhadap caleg partai gede di Indonesia, jadi tsunami politk.

Sementara masyarakat hanya dijadikan alat kekuasaanya dengan janji-janji surga yang ketika terpilih jauh dari kenyataan.

Lalu Kenapa Wangsit

Wangsit adalah pesan atau amanat yang diterima oleh seseorang secara gaib dari tuhan yang maha esa. Itu kalau terjemahan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kalau terjemahan bebas, ya bau-bau klenik lah.  

Tidak gampang mendapatkan wangsit, butuh proses dan tahapan berat. Bisa jadi dalam prosesnya orang itu harus bertapa dulu atau sungkem dan juga minta petunjuk dari guru spiritual.

Pilkada persis tak lepas dari ini. Seseorang menunggu wangsit untuk menentukan sikap dan pilihannya. Bedanya ini petunjuknya bukan bertapa lagi.

Siapa saja yang maju sebagai calon kepala daerah harus mendapatkan wangsit dulu dari partai politik (Parpol). Berupa apa?

Ya berupa surat dukungan. Yang dibisikan kepada pimpinan parpol, baik lewat elit parpol, orang dekat maupun pemodal. Kantong tebel bisa jadi penentu mendapatkan wangsit ini .

Berat mendapatkan Wangsit partai politik ini, karena harus mengeluarkan energi besar. Harus siap 'dudu dhuwit sithik' atau keluar uang yang tidak sedikit.

Mahar politik tidak lepas dari proses mendapatkan wangsit tadi. Setelah dapat wangsit dari Parpol, kemudian hitung-hitunganlah (jabatan). Tidak kuat ya siap-siap aja.

Pada akhirnya, inilah demokrasi. Dinasti, wangsit dan mahar sesuatu yang tidak diharamkan. Yang haram adalah ketika melanggar. Pun kalau itu ketahuan. Ya, siap-siap menyusul WSE. [ars]

Komentar Pembaca
Wartawan Tidak Boleh Sakit

Wartawan Tidak Boleh Sakit

KAMIS, 12 MARET 2020

Saibun Galau

Saibun Galau

RABU, 08 JANUARI 2020

Garuda Menteri

Garuda Menteri

MINGGU, 15 DESEMBER 2019

Siapa Paling Bangga Indonesia, Pilih Agnez Monica Atau Maria Ozawa
Mahasiswa, SMK Sampai Abu Rara

Mahasiswa, SMK Sampai Abu Rara

MINGGU, 13 OKTOBER 2019

Puan Maharani Selangkah Lagi Menggantikan Megawati
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds