Andika: Merkuri Harus Dilarang Untuk Putus Mata Rantai Penambangan Ilegal Di Lebak

Pemprov Banten  SENIN, 03 FEBRUARI 2020 , 23:34:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Andika: Merkuri Harus Dilarang Untuk Putus Mata Rantai Penambangan Ilegal Di Lebak

Andika Hazrumi saat mimpin rapat/Repro

RMOLBANTEN. Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Senin (3/2), memimpin rapat kerja terkait dengan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-banjir bandang di Kabupaten Lebak.

Dalam rapat tersebut terungkap pemerintah dan aparat keamanan telah menutup sebanyak 26 lubang bekas aktivitas penambangan emas tanpa izin (Peti) di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) di wilayah Kabupaten Lebak.

"Sudah ada 4 orang gurandil yang diproses kepolisian karen aktivitas ilegalnya itu," kata Andika.
 
Meski begitu, Kata Andika, relatif sulit untuk menutup penambangan emas tanpa ijin karena motif ekonomi dimana setiap gurandil emas liar rata-rata bisa  mendapat sebanyak 2-5 gram emas per hari, dengan kisaran harga emas Rp 300-400 ribu per gram.

Lebih jauh Andika mengatakan, diperlukan pemutusan mata rantai kegiatan penambangan liar yaitu penyetopan penyediaan merkuri yang digunakan untuk memurnikan emas hasil penambangan liar.

Terkait upaya pemulihan wilayah hutan di TNGHS yang rusak karena aktivitas Peti maupun pembalakan liar, Andika mengatakan, Dinas LHK Banten akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"DLHK akan  memfasilitasi Hutan Rakyat seluas kurang lebih 25 Ha dan Kebun Bibit Desa untuk reboisasi," imbuhnya.

DLHK Banten, katanya, juga akan berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak untuk mengusulkan program penanaman bambu di  tebing sungai wilayah terdampak banjir.

Sebelumnya dalam rapat tersebut terungkap, akibat bencana banjir bandang tersebut telah terjadi kerusakan 547 hektare tanaman padi yang terdiri dari 437 hektafe yang sudah tertanami dengan kisaran umur tanaman 7�"25 HST (Hari Setelah Tanam) dengan total kerugian sebesar Rp 2,2 miliar.

Atas kerusakan tanaman pangan tersebut, Pemprov Banten melalui  Dinas Ketahanan Pangan melakukan program bantuan sebesar Rp 100 juta untuk setiap wilayah guna mengurangi dampak banjir bandang terhadap kerawanan pangan di di wilayah Kecamatan Sajira, Cipanas dan Lebak Gedong.

Selain itu, juga terdapat bantuan untuk daerah pendukung rawan bencana yaitu di 6  kecamatan di Kabupaten Lebak dengan bantuan masingmasing wilayah mencapai Rp 100 juta. [dzk]


Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds