Harga Dokumen Kependudukan Palsu 100 Hingga 500 Ribu

Hukum  SELASA, 04 FEBRUARI 2020 , 20:20:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Harga Dokumen Kependudukan Palsu 100 Hingga 500 Ribu

Pelaku pemalsuan dokumen/AUL

RMOLBANTEN. Polres Bandara Soekarno-Hatta membekuk tiga pelaku penyedia jasa pembuatan dokumen palsu di wilayah Tangerang. Ketiga pelaku yakni FRN, AW, dan DS yang merupakan pengangguran.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, dokumen yang dipalsukan yakni KTP, SIM, Ijazah, Akta Cerai, buku nikah, dan lain sebagainya. Para pelaku pun menjual dokumen palsu tersebut mulai dari Rp. 100.000 - Rp. 500.000.

"Kalau Ijazah dan Akta Cerai dihargai Rp. 100 ribu sampai Rp. 300 ribu tergantung negosiasi dengan pelanggan, sementara KTP dan SIM dihargai Rp. 400 ribu sampai Rp. 500 ribu," kata Adi, Selasa (4/2).

Adi mengungkapkan, kasus tersebut diketahui bermula dari adanya calon pegawai Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang melakukan pendaftaran dengan KTP (kartu tanda penduduk) yang tidak valid.

"Saat ditanya, ia mengaku mendapatkan KTP tersebut dari membeli di sosial media, dimana proses pembuatan hanya satu hari," ujar Adi.

Mendapat informasi tersebut, pihaknya pun lantas berkoordinasi dengan tim cyber Polda Metro Jaya untuk menemukan lokasi pelaku.

"Saat ditangkap di kediaman pelaku, ditemukan barang bukti berupa blanko palsu, kertas ivory, juga printer yang digunakan untuk mencetak dokumen palsu tersebut dan juga beberapa dokumen palsu yang siap edar," jelasnya.

Untuk memastikan keabsahan dokumen tersebut, pihaknya telah dilakukan pengecekan keaslian dan keabsahan dokumen oleh pihak kepolisian kepada pihak berwenang. Namun, seluruh dokumen tersebut tidak valid dan tidak terdata di data kependudukan.

"Kami sudah cek di Disdukcapil setempat dan sekolah yang mengeluarkan Ijazah, memang tidak didapati adanya data tersebut, bahkan NIK yang ada di KTP pun itu tidak ada," tuturnya.

Selain tiga pelaku pembuat dokumen palsu, polisi juga menjadikan lima pengguna jasa dokumen palsu tersebut sebagai tersangka. Dimana, seluruhnya adalah calon pekerja Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Namun tidak kita lakukan penahanan karena yang bersangkutan bersikap kooperatif, kita juga masih lakukan pendalaman terkait pengguna jasa ini karena sudah berjalan selama satu tahun," pungkas Adi.

Para pelaku pembuat dokumen palsu pun dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 263 jo pasal 264 KUHPidana dan untuk pengguna jasa tersebut kita jerat pasal 266 KUHPidana dengan ancaman hukuman 8 Tahun penjara. [ars]



Komentar Pembaca
Tutup Jalan Jenderal Sudirman

Tutup Jalan Jenderal Sudirman

RABU, 07 OKTOBER 2020 , 00:55:00

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

UU ITE Bukan Membunuh Suara Kritis

RABU, 28 OKTOBER 2020 , 22:12:00

Sertijab Kepala BPKP Banten

Sertijab Kepala BPKP Banten

KAMIS, 05 NOVEMBER 2020 , 11:40:00

The ads will close in 10 Seconds