Kuasa Hukum FPI: Laporan Ditolak, Kita Mau Balajar Cara Kebal Hukum Ade Armando

Hukum  SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 00:52:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kuasa Hukum FPI: Laporan Ditolak, Kita Mau Balajar Cara Kebal Hukum Ade Armando

Kuasa Hukum FPI, Azis Yanuar/RMOLID

RMOLBANTEN. Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri menolak Laporan Front Pembela Islam (FPI) yang diwakili oleh kuasa hukumnya Azis Yanuar. Baca: Bakal Dilaporkan Ke Bareskrim, Ini Video Ade Armando Yang Sebut FPI Organisasi Preman

Kuasa hukum ingin melaporkan Ade Armando terkait penghinaan terhadap FPI dalam sebuah akun media sosial Youtube Realita Tv.

Menurut Azis ada beberapa alasan penolakan. Pertama argumennya menyatakan bahwa yang melapor harus yang bersangkutan artinya Ketua Umum FPI atau orang merujuk ke pasal 310.

Namun, argumen itu, dibantah karena pelaporan tidak mengenakan pasal 310 tapi 156 KUHP.

"Setelah dibantah, penyidik beralasan lagi harus ada yang menyaksikan saat Ade melakukan penghinaan terhadap FPI," kata Azis di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/2)..

Pada kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, kata Azis, tetap bisa diproses meski tak ada pelapor yang menyaksikan.

"Saya bantah pada kasus Ahok jelas kita melaporkan tanpa di Pulau Seribu bisa diproses," ujarnya.

Penyidik, kata Aziz tetap berkilah bahwa laporan ini harus melalui Dewan Pers karena Realita tv memenuhi legalitas pers.

"Saya katakan tidak bisa, kita pakai bukti Rocky Gerung dilaporkan di Polda Metro Jaya pada saat keterangan di ILC. Tidak ada Dewan Pers dan TvOne-nya dipermasalahkan. Kedua Jonru dilaporkan bahkan ditahan terkait keterangan di ILC," ujarnya.

Aziz kemudian mempertanyakan perbedaan penanganan pihak Kepolisian. Dia merasa ada ketidakadilan dan tebang pilih proses hukum.

"Saya katakan apakah beda Kapolrinya? Apa peraturannya beda di Polda dan Mabes? Sama kan," katanya.

Sisi barang bukti, Azis merasa sudah terpenuhi mulai dari rekaman video, transkripan ucapan Ade Armando hingga link video youtube.

Dalam video tersebut, Azis menyatakan bahwa Ade Armando jelas menghina FPI dengan menyebut FPI adalah organisasi preman dan menyamakannya dengan Nazi.

"Dia mengatakan bahwa FPI organisasi preman, lalu bangsat. Dia menyamakan Nazi dengan FPI," dia menekankan.

Dari penolakan laporanya, Aziz mengakui ingin belajar dari Ade Armando agar kebal hukum. Pasalnya, sudah beberapa kali dosen Univesitas Indonesia itu dilaporkan kepada pihak Kepolisian namun tak kunjung di proses.

"Setelah kita telisik ternyata banyak kasus yang melibatkan Ade Armando. Ada lima atau enam itu mangkrak tidak jelas. Bahkan ada yang tersangka tidak jelas masih bebas. Kami mau belajar dari dia dan dalam tanda petik iri bagaimana caranya kebal hukum," demikian Azis. [dzk] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds