PILWAKOT TANGSEL

Sampai H-8 Belum Ada Bacalon Perseorangan Ambil Silon

Politik  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 01:59:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Sampai H-8 Belum  Ada Bacalon Perseorangan Ambil Silon

Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro/LAN

RMOLBANTEN. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel akan membuka pendaftaran bagi bakal calon (Bacalon) yang ingin menempuh jalur perseorangan atau independen di Pilkada Tangsel 2020 pada 19-23 Februari 2020.

Salah satu syarat bacalon selain mengumpulkan dukungan melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP). KPU Tangsel juga mewajibkan Bacalon untuk mengambil Sistem Pendaftaran Calon (Silon) perseorangan ke KPU.

"Pembukaan perseorangan tinggal 8 hari lagi, sampai sekarang ini untuk penyerahan syarat dukungan calon perseorangan yang mesti mendapatkan pasword keperluan Silonnya, karena kan nanti semua dukungan harus masuk ke Silon, sama ada berkas yang di print dari Silon itu belum ada yang minta," tutur Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro, Selasa (11/2).

Bambang mengatakan, Silon merupakan ketentuan wajib bagi para Bacalon untuk mengajukan pencalonan di Pilkada Tangsel 2020.

"Kalau misalnya dia ada Silonnya ya kita layani. Kalau enggak ada ya kita sampaikan, bahwa ini wajib di ketentuan pencalonan. Sampai tanggal 23 Februari kita tunggu," terangnya.

Meski belum ada Bacalon yang mengambil Silon, KPU Tangsel tidak akan memberikan perpanjangan waktu bagi Bacalon.

"Enggak bisa. Karena sosialisasi kan sudah jauh hari disampaikan. Tanggal 19 sampai 23 Februari kalau ada kita layani," kata Bambang.

Nantinya, KPU Tangsel akan membutuhkan jumlah personel yang cukup agar cepat menginput data nama dukungan ke Silon.

"Dukungan sebanyak 71 ribu lebih butuh waktu yang cukup dan personil yang cukup untuk menginput semua nama dukungan ke Silon. Beda kalau ke Exel bisa dipindahin, ini kan harus diketik satu persatu," ungkapnya.

KPU Tangsel tentu tidak ingin kecolongan dalam data dukungan berbentuk KTP yang diberikan Bacalon perseorangan. Maka dari itu, Bambang akan berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel untuk memverifikasi data.

"Misalnya ada data yang di identifikasi, ini kayanya bukan warga Tangsel, terus ada ganda NIK tapi namanya beda kita langsung cek," demikian Bambang. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds