Bangun Kota Baru, Ini Resep Anies Baswedan

Nusantara  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 04:03:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Bangun Kota Baru, Ini Resep Anies Baswedan

Anies Baswedan/Repro

RMOLBANTEN. Membangun sebuah kota baru seyogyanya tidak melakukan kesalahan seperti kota-kota di Indonesia sebelumnya, termasuk Jakarta.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi saran, dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne bertajuk 'Menatap Indonesia ke Depan #ILCMenatapIndonesia, Selasa malam, (11/2).

Perspektif membangun kota, kata Anies adalah urban. Bukan seperti membangun desa. Anies menjelaskan, dulu perspektif membangun kota adalah layaknya hidup di desa. Di mana masalah air hingga sampah tidak masuk dalam proyeksinya.

Kalau di desa orang gampang mendapatkan air. Bisa membuat lubang sampah di rumah. Namun, itu tidak bisa diterapkan di kota, seperti Jakarta.

Maka itu, menurut Anies, untuk urusan air hingga sampah, saat ini kewalahan.

"Indonesia ke depan jangan mengulangi masalah yang terjadi seperti kota-kota besar Indonesia hari ini," terang Anies.
 
Masyarakat di desa, dulu jauh lebih banyak daripada di kota. Namun, seiring berjalan waktu, saat ini jumlah penduduk yang ke kota atau kaum urban sudah mencapai 50 persen dibanding di desa.

Kota, kata dia, dulu tak dirancang untuk menjadi wilayah yang padat penduduk. Akhirnya, pemenuhan hak-hak dasar seperti air dan sampah tadi, menjadi persoalan serius.

Diingatkan Anies pada 2050 diperkirakan jumlah penduduk di kota sudah tembus hingga 60 persen.

"Membuat kota baru, kata dia, harus memperhatikan faktor urban ini. Jangan sampai perencanaan pembangunannya mengulang yang sebelumnya," demikian Anies. [dzk]


Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds