Protes Permenhub, Ribuan Sopir Taksi Online Unjuk Rasa Di DPRD Banten

Keamanan  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 21:39:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Protes Permenhub, Ribuan Sopir Taksi Online Unjuk Rasa Di DPRD Banten

Demo sopir taksi online/RAG

RMOLBANTEN. Ribuan driver taksi online yang tergabung dalam Komite Aksi Nasional Driver Online (KOMANDO) mendesak pemerintah pusat  mebatalkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

Para pendemo iyang terdiri dari para sopir taksi online menyampaikan aspirasinya depan Gedung DPRD Banten, Rabu (12/2).

Para sopir mengaku telah dirugikan atas kebijkan tersebut, selain Permenhub tersebut juga dianggap tidak memiliki cantolan Undang-undang diatasnya, sebagai dasar hukum pembentukan yang lebih tinggi.

"Supaya Peraturan Menteri nomor 118 tahun  2018 tidak digakumkan atau dibatalkan demi hukum, karena tidak memiliki cantolan UU diatasnya," terang Humas KOMANDO pusat, Ikhsan Aziz.

Selain itu, kata Ikhsan, sejak terbitnya Permenhub nomor 118, terkesan membuat operator menjadi semena-mena dalam memainkan sistemnya, dengan pendistribusian orderan dari konsumen kepada driver dilapangan.

"Kami ini seakan-akan diperas gimana caranya mau narik, tanpa ada orderan yang jelas. Kadang sehari cuma tiga. Sementara mobil cicilan besar, yang ujung-ujungnya kita gak bisa bayar cicilan, (mobil)," katanya.

Akibat gagal melunasi kendaraannya, driver akhirnya terpaksa harus menyewa kendaraan milik perusahaan lainnya.

"Dan ujung-ujungnya kita diperalat hanya untuk pasar jual beli mobil. Dan akhirnya kredit banyak yang macet," katanya.

Pada sisi lain, pihaknya juga mengkritisi pembentukan Permen 118 yang kurang memperhatikan masukan dari daerah, khususnya para driver yang ada dilapangan.

Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan nasib orang banyak, khususnya driver online, agar Permenhub nomor 118 tersebut bisa direvisi.

Sementara itu Ketua DPRD Banten, Andra Soni mengaku akan menyampaikan keluhan diver online yang ada di Provinsi Banten agar bisa ditindaklanjuti oleh pusat.

"Meski begitu, kita juga masih menunggu kajian dari mereka (driver), mengenai keluhannya agar bisa kita pelajari terlebih dahulu, sebelum nantinya kita sampaikan kepusat. Karena tadi kita belum terima kajian dari mereka secara tertulis," tegasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Rekomendasi Gerindra Untuk Muhamad-Rahayu Saraswati

The ads will close in 10 Seconds