Tiga Bacalon Pilkada Tangsel Dari ASN, Bawaslu Ingatkan Untuk Netral

Politik  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 21:50:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Tiga Bacalon Pilkada Tangsel Dari ASN, Bawaslu Ingatkan Untuk Netral

Sosialisasi netralitas ASN/LAN

RMOLBANTEN. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangsel, Muhamad Acep meminta kepada seluruh pihak agar bersama-sama mengawasi ASN dan juga praktik politik uang.
Diketahui, ada tiga bakal calon (Bacalon) yang menyatakan maju di Pilkada Tangsel 2020 yakni Benyamin Davnie, Muhamad dan Tomi Patria.
"Ini harus diawasi bersama dan saya minta kepada seluruh OPD kepala dinas, camat, lurah, dan seluruh staff agar melakukan sosialisasi. Hal ini juga sebagai dukungan bagi Bawaslu dalam menegakan peraturan dan memberantas dua musuh demokrasi yaitu netralitas ASN dan money politik," terang Muhammad Acep, saat acara Sosialisasi Penguatan Netraliras ASN Pemkot Tangsel di Serpong, Tangsel, Rabu (12/2).
Menurutnya, dasar hukum yang mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, PP Nomor 37 tahun 2004 tentang Larangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menjadi Anggota Politik Praktis dan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS sehingga diharapkan ASN netral.
Kasubsi Ideologi Politik Kejari Tangsel, Samiaji Nur menjelaskan  masih banyak ASN di Tangsel yang belum memahami asas netralitas ASN yang tertuang dalam dasar hukum.

"Seperti ASN netral dan bebas dari intervensi politik yang tertuang dalam pembukaan UUD. Kedudukan ASN yakni, harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik, tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan manapun," papar pria yang akrab disapa Aji.
Kepala Kesbangpol Tangsel, Wawang Kusdaya mengatakan ASN di Tangsel harus memiliki jiwa profesional dengan tidak terlibat politik.

"ASN tidak boleh terlibat dalam politik dan harus berfokus pada pelayanan publik. ASN juga harus profesional dalam bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing," jelasnya.
Hal ini tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) perlu ASN profesional yang bebas dari intervensi politik.

Meski begitu, bukan berarti pihaknya menyuruh untuk golput. Justru, Wawang ingin ASN Tangsel bisa menggunakan hak pilihnya di bilik suara.

"Akan tetapi sebagai warga negara memiliki hak pilih dan hak suara yang bisa digunakan dalam bilik suara ketika Pilkada nanti. Jangan jadi apastis juga dan golput ketika pilkada," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds