Selundupkan Daun Khat, Pelancong Timur Tengah Diciduk Polisi

Hukum  KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 , 16:27:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Selundupkan Daun Khat, Pelancong Timur Tengah Diciduk Polisi

Adi Ferdian Saputra/AUL

RMOLBANTEN. Abdul Rahman Ali Hatem, warga negara asing (WNA) asal Yaman harus mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta lantaran kedapatan menyelundupkan Daun Khat sebanyak 9.316 gram.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengungkapkan, Daun Khat merupakan narkotika golongan I yang mengandung katinon, yaitu zat yang memiliki struktur kimia dan efek mirip dengan amfetamin dan kokain.

"Untuk memastikan hal tersebut, kita mengirim sampel Daun Khat tersebut ke Puslabfor Mabes Polri, dimana dipastikan Daun Khat ini adalah narkotika golongan I yang mengandung zat Katinon," ujar Adi di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (13/2).

Adi menuturkan, Daun Khat tersebut dibawa oleh warga negara Yaman yakni Abdul Rahman Ali Hatem. Dimana untuk mengelabui petugas, barang haram tersebut dibungkus ke dalam 10 bungkus Henna berwarna coklat.

"Daun Khat ini memang di negara asalnya tidak dilarang dan banyak tumbuh di negara-negara Timur Tengah, namun di Indonesia itu masuk ke narkotika golongan I," jelasnya.

Dari pengakuan pelaku, Daun Khat tersebut akan digunakan oleh para WNA asal Timur Tengah lainnya yang berada di Puncak, Bogor.

"Pengakuannya akan digunakan bersama oleh para warga negara asing di wilayah Puncak, Bogor karena memang mereka biasa menggunakan Daun Khat ini di negara asalnya," tuturnya.

Adi pun mengimbau kepada seluruh WNA asal Timur Tengah untuk mematuhi aturan yang ada di Indonesia. Pasalnya, meski mayoritas negara Timur Tengah tidak dilarang, namun di Indonesia Daun Khat ini dimasukkan kedalam golongan narkotika.

"Karena efeknya sama seperti narkotika jenis Ganja yang memberikan efek halusinasi, perasaan seperti melayang, dan sebagainya," ungkapnya.

Kini, pelaku telah diamankan di jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku pun dijerat dengan pasal 114 (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal itu memuat ancaman paling tinggi penjara seumur hidup atau hukuman mati. [ars]



Komentar Pembaca
Batik Kuning Dan Biru

Batik Kuning Dan Biru

KAMIS, 25 JUNI 2020 , 21:07:00

Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Novel Baswedan dan Para Aktivis

Novel Baswedan dan Para Aktivis

MINGGU, 14 JUNI 2020 , 20:04:00

The ads will close in 10 Seconds