Said Didu Ingatkan Nadiem, Pembayaran SPP Lewat Gopay Tanpa Tender Adalah Korupsi

Politik  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 00:55:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Said Didu Ingatkan Nadiem, Pembayaran SPP Lewat Gopay Tanpa Tender Adalah Korupsi

Nadiem Makarim/Net

RMOLBANTEN. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim diminta menjelaskan kepada publik, aplikasi Gopay milik Gojek Indonesia yang memiliki fasilitas pembayaran uang sekolah (SPP).

Hal itu agar publik tak salah persepsi. Terlebih sebelum menjabat menteri, Nadiem adalah CEO Gojek Indonesia.

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu melihat hingga saat ini belum tampak adanya pembahasan dari pemerintah, khususnya Kemendikbud mengenai kemudahan pembayaran uang sekolah melalui Gopay ini.

"Pak Nadiem yang terhormat, sekadar mengingatkan bahwa uang yang bapak kelola saat ini adalah uang rakyat, anda tidak bisa seenaknya seperti saat Bapak sebagai pebisnis," tutur Said Didu di akun Twitternya, Selasa (18/2).

Pencetus manusia merdeka itu mewanti-wanti kepada menteri termuda Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 itu agar tak salah dalam mengambil kebijakan.

Jika kemudahan pembayaran uang sekolah melalui aplikasi Gojek benar-benar dikeluarkan Kemendikbud, maka besar kemungkinan ada prosedur yang terlewati.

"Mengarahkan pembayaran SPP pakai Gopay tanpa tender adalah korupsi!" tandasnya.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, khususnya Kemendikbud mengenai kerja sama Gojek dengan beberapa sekolah swasta di Indonesia itu.

Pihak Gojek melalui Head of Corporate Communication GoPay, Winny Triswandhani. Dalam keterangan tertulisnya, pembayaran beberapa sekolah melalui aplikasi tanah air itu merupakan inisiatif bisnis Gojek yang telah dimulai awal taun 2019 di sekitar 50 SMK di Jakarta Utara yang kini berkembang.

"Jadi inisiatif ini tidak ada kaitannya dengan Kemendikbud,” jelas Winny Triswandhani. [dzk] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds