Dinkes Tangsel Tes Kebugaran Calon Jamaah Haji

Advertorial  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 10:58:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Dinkes Tangsel Tes Kebugaran Calon Jamaah Haji

Tes kebugaraan Calhaj Tangsel/LAN

RMOLBANTEN. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel kembali melakukan tes kebugaran terhadap calon jamaah haji asal Tangsel di Tandon Ciater, Jalan Widya Kencana Ciater, Buaran, Serpong, Tangsel, Selasa (18/2).

Dalam kegiatan itu, para calon jemaah haji mengikuti tes dengan lari kecil atau berjalan kaki mengelilingi Tandon Ciater sepanjang 800 meter sebanyak dua putaran dengan total 1.600 meter sesuai kemampuan.

Sebelum melakukan tes, ratusan calon haji asal Tangsel diperiksa dahulu tekanan darah, menimbang berat badan dan juga mengukur tinggi badan.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany yang melepas calon haji mengikuti tes kebugaran, mengatakan, Pemkot Tangsel punya kewajiban untuk menjamin kesehatan calon haji asal Tangsel.

"Tugas kami Pemkot Tangsel adalah meyakini dan menjamin kondisinya bapak dan ibu agar tetap sehat, karena hampir 40 hari lebih disana dengan cuaca apakah sama panasnya tahun lalu atau tidak," terang Airin.

Dengan adanya tes kebugaran ini, tentunya dapat melihat stamina para calon jamaah haji. Dan, Airin juga mengingatkan kepada ratusan calon jamaah haji jika menjaga kesehatan itu penting karena sehat itu mahal.

"Terlebih untuk melihat stamina Ibu dan Bapak, nanti tawaf tujuh putaran dan sya'i yang harus dijaga, karena sehat itu mahal. Karena kalau sehat ibadah akan khusyuk dan nikmat ibadah. Intinya disini, kami memberikan jaminan dan membatu kondisi Ibu dan Bapak tetap sehat," ungkapnya.

Bukan hanya Airin saja, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie juga turut meninjau tes kebugaran calon jamaah haji.

"Kalau sehat, ibadah semua disana dapat dilaksanakan, tidak ada yang terlewat. Keberangkatan, sebentar lagi jadi Bapak dan Ibu dalam keadaan siap," imbuh Benyamin.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Iin Sofiawati menjelaskan, jika tes kebugaran merupakan bukan lomba lari atau jalan cepat. Tes kebugaran bertujuan untuk sejauh mana kondisi fisik calon jamaah haji.

"jadi ini tahap kedua, tahap pertama diikuti 726 dan sisanya hari ini. Sebenarnya tes kebugaran itu bukan lomba lari bukan lomba jalan cepat, tapi untuk mengetes kebugaran sejauh mana kemampuan mereka untuk melaksanakan ibadah pada saat sya'i dan tawaf jadi tidak memaksakan diri," jelas Iin.

"Kalau memang dia kemampuan jalan biasa ya jalan biasa dan harus konsisten tidak boleh saat start jalan begitu ditengah lari, tidak boleh," tambahnya.

Iin juga mengatakan, Dinas Kesehatan akan membedakan calon jamaah haji yang mempunyai riwayat hipertensi dan lansia pada saat mengikuti tes kebugaran.

"Penyakit hipertensi dan sebagainya diperlakukan berbeda dengan yang sehat, misalkan ada penderita penyakit tidak menular lebih kita kawal. Jadi mereka tetap melakukan tes tapi sesuai kemampuan mereka, kalau tidak sanggup dua putaran, hanya satu putaran tidak apa-apa karena beda dengan yang normal. Lansia juga beda, akan diberikan pendampingan," tutur Iin.

Setelah mengikuti tes kebugaran, calon jamaah haji akan diberikan kesempatan untuk melakukan latihan di rumah guna menjaga kesehatan jantung.

"Setelah ini mereka melakukan latihan di rumah sebelum keberangkatan supaya jantungnya sehat dan stabil. Jangan sampai saat ibadah disana tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat," pungkasnya. [ars]



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds