Roy Suryo: Satu Telunjuk Tunjuk Orang Lain Yang Tiga Menujuk Dirinya Sendiri

Pidato Megawati Sindir Dinasti Politik

Politik  JUM'AT, 21 FEBRUARI 2020 , 13:54:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Roy Suryo: Satu Telunjuk Tunjuk Orang Lain Yang Tiga Menujuk Dirinya Sendiri

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal "jangan paksakan anak" selain disebut-sebut dikaitkan Presiden Joko Widodo juga dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Pernyataan Megawati itu, disampai,  Rabu (19/2), saat pengumuman 49 pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah Pilkada 2020.

Dalam kesempatan itu Megawati meminta kadernya agar tidak memaksakan anggota keluarga masuk dunia politik, apalagi kalau tidak memiliki kemampuan.

Pernyataan itu lantas meggelitik politisi Demokrat Roy Suryo dan membuat analis yang menohok. Menurut Roy, dirinya mengaku  sengaja silent (diam) soal komentar petinggi PDIP ini.

"Namun karena banyak yangg tanya bagaimana tanggapan saya, jawaban simple saja," terang Roy Suryo dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (21/2).

Sambil menyertaakan ilustrasi pakar telematikan mengurai ucapan dan gerak Megawati.
 
"Perhatikan tangan menunjuk ini. Punggung tangan dengan jari telunjuk mengarah ke bawah meski 1 (satu) menunjuk ke orang lain, tetapi sebenarnya yangg 3 (tiga) menunjuk dirinya/ pihaknya sendiri," tulis Roy sambil membuat emotion tertawa berguling di lantai.

Dalam ilustrasi yang dgambarkan Roy satu telunjuk menunjuk kedepan berwarna hijau, seperti menggambarkan menunjuk Partai Demokrat. Sementara tiga jari menunjuk kebelakang digambarkan merah menunjuk Partai Megawati sendiri yang berwarna merah.

Senada Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, pernyataan Mega itu tengah menyindir dirinya sendiri mengingat, Mega juga memiliki anak yakni Puan Maharani yang kini terjun ke politik.

"Saya pikir Megawati sedang menegur dirinya dan kesal pada dirinya karena memaksakan Puan dalam kancah politik ini," kata Ferdinand, Kamis (20/2).

Demokrat kata Ferdinand tak pernah merasa disindir, terlebih Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena memang tak sedang dalam kondisi yang disebut oleh Mega.

"Kami Demokrat tidak merasa disindir, apalagi Pak SBY tidak merasa disindir. Karena SBY dan Demokrat tidak sedang dalam situasi seperti yang disebut bu Mega," ujarnya. [dzk] 


Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds