Wartawan Tidak Boleh Sakit

KATA BUNG JOKER  KAMIS, 12 MARET 2020 , 04:23:00 WIB | OLEH: DEDE ZAKI MUBAROK

Wartawan Tidak Boleh Sakit
RMOLBANTEN. Alhamdulillah, Facebook sudah normal lagi setelah terpenjara selama lebih kurang seminggu cuma bisa liatin doang, ga bisa nge-like atau ngejawab postingan teman.

Begitu kata-kata pembuka Bung Joker memulai tulisan di Facebook.

Akhir-akhir Facebook ini sensitif dengan akun FB Bung Joker yang sering kali membagikan berita-berita ke group-group FB lewat akun pribadi. Kali ini, akun FB diblokir untuk seminggu lamanya.

Mau membagikan berita ke goup keluar peringatan "Pesan Anda tidak dapat dikirim karena berisi konten telah dilaporkan sebagai pelanggaran oleh orang lain di Facebook." Nah, kalau ini ada yang laporin. Oke soal blokir FB kita bahas dalam sesi lain.
 
Imbas blokir FB tadi, Bung Joker sampai tidak mengetahui kalau yang teman sangat berarti dalam hidup Bung Joker ketika awal menjadi wartawan yaitu Bapak Robert Slim Sitopu meninggal dunia.

Sehari sesudah meninggal Bung Joker sampai pinjam Facebook kawan saya Rizal Maulana Malik yang memberitahu kabar tentang meninggalnya Pak Robert. Saya sambar HP RMA singatan Rizal Maulana Malik untuk sekedar mengucapkan berbela sungkawa.

Pak Robert adalah guru sekaligus sahabat yang baik dan menyenangkan.

Melalui tulisan ini Bung Joker bersaksi kalau Pak Robert adalah orang baik, humoris dan bukan tipikal pemarah.

Satu hal yang Bung Joker dapat dari Pak Robert dan terpatri sampai saat ini adalah soal semangat dan pantang menyerah.

Sampai satu waktu ketika Bung Joker mengerjakan halaman kriminal di Koran Rakyat Merdeka (tempat Bung Joker bekerja), pada waktu itu kondisi badan deman. Seingat dengan kondisi tidak enak badan, naskah sudah beres. Bung Joker pun pulang cepat. Biasanya kalau belum nongol Pak Robert, Bung Joker belum pulang. Hari itu emang karena demam makanya pulang.

Waktu itu Bung Joker masih bujangan dan tinggal nge-kost di gang kecil Mitana didaerah kampus UIN Ciputat.

Singkat cerita, saya pulanglah duluan dengan terlebih dulu menyimpan naskah di folder reporter. Sore sekitar jam 5-an saya pulang pakai motor Suzuki Shogun.

Diperjalanan, sampai di Pasar Jumat saya di telpon Pak Robert. "Halo, Zaki, kamu dimana?, Saya jawab: "di jalan pulang boss, pasar Jumat".

Tanya lagi: "Kenapa pulang. Naskah belum selesai ini?" Saya jawab "Izin Boss saya sakit atau ga enak badan".

Mengejutkan diakhir pembicaraan dengan nada tegas. "Zaki kamu balik lagi sini, Wartawan Tidak Boleh Sakit" terangnya dan telpon pun mati bukan ditutup pak Robert, tapi telpon di Kantor waktu itu cuma 3 menitan. (hihihi).

Bung Joker bingung "wartawan tidak boleh sakit" eman gue robot, kira-kira waktu itu pemikirannya.

Apa maknanya "wartawan tidak boleh sakit", setelah lama disampaikanlah. Kalau kita harus pintar-pintar menjaga kesehatan karena kalau kita sakit, celaka dan meninggal sekalipun tidak akan jadi bermakna, karena kantor bisa gampang cari orang lagi.

Pesan pak Robert pun Bung Joker dalami. "Duh betul juga ya. Karya tidak seberapa, tapi sakit akan jadi prahara, karena duit tidak ada". Dari situ maka mulailah saya daftar asuransi kesehatan sampai beberapa tempat salah satunya informasi dari teman nongkrong Sugihono alias Ono yang kini jabatannya redaktur Rakyat Merdeka, saya pun mendaftar asurasi.

Luar biasa emang gaji tidak seberapa tapi bisa daftar beberapa asuransi, itulah salah satau kekuatan kata Pak Robert.

"Wartawan tidak boleh sakit", filosofi itu berlaku juga untuk semangat kerja keras dan jaring relasi. Saya memang soulmet denga Pak Robert ini, di halaman kesehatan dan halaman kriminal kita barengan.

Bung Joker harus berpisah dengan pak Robert ini ketika dipindah ke halaman wawancara dan memulai petualangan baru. Tapi disinilah filosofi "wartawan tidak boleh sakit itu berjalan". Cukup banyak yang saya terapkan, terutama jejaring dan penguatan relasi. Sampai akhirnya bisa berkontribusi ke kantor dengan iklan-iklan yang sampai saat ini saya lihat masih berjalan.

Sekitar 2010-2011 Bung Joker di BKO ke media online. Lagi-lagi online waktu itu adalah dunia baru buat Bung Joker. Namun Pak Robert dengan hp jadulnya yang cuma bisa telepon doang, bilang nanti berita akan ada semua disini.

Dimanapun Bung Joker selalu ceria karena Pak Robert.

Dan seiring waktu Pak Robert yang sudah menua pun pelan-pelan hilang menjadi karyawan saja. Pelan-pelan juga pak Robert hilang dari kantin, sekarang disebut Pena Resto. Yang setiap sore kita Ngopi bareng di kantin sambil tertawa lepas.

Pak robert bikan happy semuanya.

Lama tidak ada kabar dan menghilang, tiba-tiba dengar kabar Pak Robetr benar-benar menghilang. Kali ini selamanya dipanggil yang kuasa.

Selamat Jalan Pak Robert, damai dan bahagia disana. Terima kasih atas pesan-pesan ajaibnya. [dzk]
 

Komentar Pembaca
Suntik Lysol

Suntik Lysol

MINGGU, 26 APRIL 2020

Wangsit Pilkada

Wangsit Pilkada

JUM'AT, 24 JANUARI 2020

Saibun Galau

Saibun Galau

RABU, 08 JANUARI 2020

Garuda Menteri

Garuda Menteri

MINGGU, 15 DESEMBER 2019

Siapa Paling Bangga Indonesia, Pilih Agnez Monica Atau Maria Ozawa
Mahasiswa, SMK Sampai Abu Rara

Mahasiswa, SMK Sampai Abu Rara

MINGGU, 13 OKTOBER 2019

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Check Poin Kota Tangerang

Check Poin Kota Tangerang

SABTU, 18 APRIL 2020 , 02:03:00

The ads will close in 10 Seconds