49 TKA China, Kemnaker Sebut Ilegal, Menko Luhut: Mereka Legal, Terus Mana Yang Benar?

Politik  KAMIS, 19 MARET 2020 , 00:00:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

49 TKA China, Kemnaker Sebut Ilegal, Menko Luhut: Mereka Legal, Terus Mana Yang Benar<i>?</i>

Luhut Binsar Panjaitan/Net

RMOLBANTEN. Kedatangan 49 WNA China yang diduga menjadi tenaga kerja asing di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi kekesalan dan dikecam banyak pihak.

Masyarakat pantas kesal, pasalnya kondisi Indonesia saat ini tengah dilanda badai virus corona yang tidak lain bermula dari Wuhan, China. Satu sisi pemerintah juga sedang menggetolkan imbauan masyarakat berdiam diri di rumah.

Namun lain pendapat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengaku telah mengetahui hal tersebut dan meminta masyarakat untuk tidak membesar-besarkannya.

"Tadi kan kami rapat, jangan besar besarkan juga. Harus proposional. 49 itu dapat visa 211 A pada 14 Januari sebelum kita dapat larangan China datang ke Indonesia,” ujar Luhut lewat video conferencenya, Rabu (18/3).

Kedatangan rombongan warganegara asing asal China tersebut tidak melanggar aturan kementerian hukum dan ham dan mereka tidak ilegal.

"Ada juga Permenkumham. Jadi gak ada yang dilanggar. Mungkin ada sedikit masalah teknis 211 A dan 211 B. Sekarang mereka masih di karantina di Kendari. Biar aja dulu,” paparnya.

Luhut menerangkan Indonesia tidak perlu meributkan kedatangan 49 warganegara asing asal Cina tersebut.

"Mereka legal semua. Jangan meributkan hal-hal yang gak perlu. Kita juga nggak mau impor penyakit,” tandasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja RI, Dita Indah Sari, memastikan bahwa 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, ilegal masuk Indonesia karena tidak memiliki ijin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemnaker RI.

"Keberadaan warga negara asing di lokasi kerja, tanpa visa kerja, jelas menyalahi aturan. Karena itu, mereka semua diperintahkan meninggal lokasi perusahaan," kata Dita melalui akun Twitter pribadinya, dikutip pada Rabu, (18/3).

Dita menyampaikan Tidak hanya diperintahkan untuk keluar dari areal kerja, mereka juga harus dikarantina dengan benar.

Penindakan sesuai aturan hukum akan dilakukan terhadap Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten Konawe.

"Sementara perusahaan yang mempekerjakan akan disidik dengan ancaman pidana sesuai bunyi di UU 13 Pasal 42 dan 43," katanya. tulisnya.[dzk]
 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds