ANUGERAH PELOPOR MODERNISASI PKBM

Kadindikbud Tangsel Ingin Semua Anak Berhak Mendapat Layanan Pendidikan

Pendidikan  KAMIS, 19 MARET 2020 , 11:19:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Kadindikbud Tangsel Ingin Semua Anak Berhak Mendapat Layanan Pendidikan

Kadindikbud Tangsel, Taryono/LAN

RMOLBANTEN. Era perkembangan teknologi informasi, Daring atau terhubung melalui internet menjadi perangkat pendukung pembelajaran yang potensial dan hendaknya dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.

Karena, pemanfaatan Daring akan mampu mengefektifkan dan mengefisienkan sumber daya yang biasa digunakan dalam suatu proses pendidikan dan pelatihan.

Hal itu yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel dengan menciptakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daring.

Atas dasar itu Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Banten memberikan penghargaan kepada Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono sebagai 'Pelopor Modernisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat'.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono sangat berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang berkontribusi dan membantu untuk membangun pendidikan di Tangsel lebih baik lagi.

"Kami, mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang berkontribusi dan berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan di Tangsel," ujar Taryono, Kamis (19/3).

Taryono berkaca pendidikan pada dasarnya untuk semua, sesuai amanat UU 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2. Dan, juga sesuai dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 yaitu Pendidikan formal dan informal diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat ( Pasal 4 ayat 3).

Dengan adanya PKBM Daring sebagai Lembaga Payung bagi homeschooling dan kelompok belajar anak berkebutuhan khusus (ABK).

"Dan pada dasarnya pendidikan itu untuk semua. adanya PKBM on-line itu sebagai lembaga payung” bagi homeschooling dan beberapa kelompok belajar yang terdiri atas peserta didik anak berkebutuhan khusus yang belum memiliki legal formalnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Taryoni juga akan memberikan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) meski mereka hanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah.

"Mereka belajar di rumah tapi punya NISN, Anak Berkebutuhan Khusus dan anak homeschooling akan mendapatakan pelayanan lembaga payungnya. Gratis.
Selama ini mereka enggak dapat legal formalnya. Dan nanti bisa meneruskan pendidikan di Indonesia," ungkap Taryono.

"Sementara keluarga yang tak mampu menyediakan akses teknologi, anaknya bisa datang untuk belajar didampingi tutor. Anak berkebutuhan khusus akan kami fasilitasi juga," tambahnya.

Tercatat di Tangsel sendiri ada 24 lembaga PKMB dan ditahun ini, Dindikbud Tangsel akan mengoperasionalkan PKBM Negeri. Karena selama ini, PKBM di bawah naungan swasta.

Dengan adanya PKBM Daring ini, Taryono berharap semua anak di Tangsel berhak mendapat layanan pendidikan yang baik, sesuai dengan moto Tangsel yakni Cerdas, Modern dan Religius. [adv]

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Kabinet Terpapar Corona<i>?</i>

Kabinet Terpapar Corona?

MINGGU, 15 MARET 2020 , 02:25:00

The ads will close in 10 Seconds